merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bupati Aulia Kawal Persiapan Erau 2026 Bersama Kesultanan, Tradisi Kutai Tetap Dijaga

23286015 1549 4812 ae36 07898bfa0fda 1024x684
(Foto : Pemkab Kukar/katlimvoice)

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura terus mematangkan persiapan Erau Adat Kutai 2026.

Persiapan dilakukan melalui koordinasi teknis, rangkaian adat dan spiritual, hingga penyesuaian terhadap kondisi yang berkembang menjelang pembukaan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri terlibat dalam sejumlah rangkaian persiapan bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, Forkopimda, perangkat daerah dan panitia Erau.

Bagi Aulia, Erau bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Kutai.

Ia menyebut keberadaan Erau memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, keberlangsungan tradisi tersebut menjadi salah satu hal yang terus dijaga pemerintah daerah bersama Kesultanan.

Persiapan teknis dilakukan melalui rapat final pada Selasa (15/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kukar, Kesultanan dan Forkopimda membahas kesiapan prosesi adat, jadwal dan lokasi kegiatan, pelayanan masyarakat, keamanan serta fasilitas pendukung.

Kondisi kemarau dan kualitas udara juga menjadi perhatian dalam persiapan pelaksanaan Erau tahun ini.

Selain persiapan teknis, rangkaian spiritual turut dilakukan. Pada Rabu (16/9/2026), Aulia mengikuti Salat Istisqa bersama Kesultanan di halaman Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau sekaligus dirangkai dengan doa untuk para raja dan kerabat Kesultanan terdahulu.

Sehari berikutnya, Kamis (17/9/2026), Aulia kembali mengikuti prosesi adat Beluluh bersama Sultan, kerabat Kesultanan, pemangku adat dan unsur terkait.

Rangkaian persiapan kemudian kembali dievaluasi sehari sebelum pembukaan.

Kualitas Udara Jadi Perhatian

Pada Sabtu (19/9/2026), Aulia bersama Sultan dan Forkopimda melakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi terakhir di lapangan.

Salah satu perhatian utama ialah kualitas udara akibat kabut asap yang sempat menyelimuti wilayah Kukar.

Aulia mengatakan kondisi tersebut sempat membuat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) meningkat. Namun, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, angka tersebut menunjukkan kecenderungan menurun.

“Empat hari yang lalu itu terjadi asap pekat di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan ISPU yang cukup tinggi. Akan tetapi, pantauan kami setiap hari memperlihatkan nilai atau angka ISPU yang cenderung menurun,” kata Aulia.

Pembukaan Erau tetap dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026). Rangkaian sakral akan dilaksanakan di dalam ruangan, sedangkan seremoni pembukaan tetap digelar di Stadion Rondong Demang.

Sejumlah langkah mitigasi juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi udara saat kegiatan berlangsung di luar ruangan.

Masker akan dibagikan kepada pengunjung dan panitia. Durasi kegiatan juga akan dioptimalkan untuk mengurangi paparan udara luar.

“Sebagai bentuk mitigasi, kami tadi menyepakati bahwa tindakan-tindakan protokol kesehatan tetap kita utamakan. Alat pelindung diri tetap kita berikan kepada para pengunjung besok hari,” ujar Aulia.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar Ismi Mufiddah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia Erau terkait penyediaan masker.

“Kami juga berkoordinasi dengan panitia. Ada masker yang kami distribusikan ke panitia untuk dipergunakan untuk masyarakat mungkin, atau untuk penonton, atau mungkin juga untuk panitia,” kata Ismi.

Dinkes juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan, terutama jika kondisi udara kembali memburuk.

Pemkab Kukar akan terus memantau kualitas udara selama rangkaian Erau, termasuk nilai ISPU serta konsentrasi partikulat PM2.5 dan PM10.

Aulia mengatakan koordinasi bersama Kesultanan dan Forkopimda akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Insya Allah kami akan menyesuaikan dan mengutamakan keselamatan para pengunjung, masyarakat yang akan berpartisipasi, yang akan bersama-sama mengikuti kegiatan Erau ini,” katanya.

Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang menyertai persiapan tahun ini, Pemkab Kukar dan Kesultanan tetap memastikan rangkaian adat dapat berjalan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat.

“Ini semua kita lakukan untuk menjaga rangkaian kegiatan Erau ini bisa berjalan sebagaimana mestinya dan kita menjaga kelestarian adat budaya yang ada di tempat kita,” ujarnya.

Erau Adat Kutai 2026 mulai memasuki rangkaian utama pada Minggu (20/9/2026). Sebelum pembukaan, persiapan telah dilakukan melalui koordinasi pemerintah daerah dan Kesultanan, rangkaian adat serta spiritual, hingga langkah mitigasi terhadap kondisi kualitas udara. (*)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *