desain sukseskan kukar idaman terbaik

Siap-siap! Raim Laode Bakal Meriahkan Festival Merah Putih Kaltim 23 Agustus, Gratis untuk Umum

whatsapp image 2026 08 13 at 19.28.58
Festival Merah Putih Kaltim 2026 menghadirkan Raim Laode pada 23 Agustus. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Penyanyi sekaligus komedian Raim Laode bakal memeriahkan Festival Merah Putih Kaltim 2026 di halaman parkir Convention Hall, GOR Kadrie Oening Samarinda, Minggu (23/8/2026) mendatang.

Penampilan Raim Laode menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur. Masyarakat umum dapat menyaksikan penampilannya secara gratis.

Plt. Kepala BPOD Setda Provinsi Kaltim, Imanuddin, mengatakan kehadiran Raim Laode merupakan kontribusi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kaltim untuk mendukung pelaksanaan Festival Merah Putih.

“Raim Laode tampil tanggal 23 malam. Itu kontribusi dari KADIN, termasuk panggungnya,” kata Imanuddin saat jumpa pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Kamis (13/8/2026).

Ia menegaskan, penyediaan panggung hingga penampilan artis tersebut tidak menggunakan APBD. Keterlibatan KADIN menjadi bagian dari kolaborasi dengan pihak swasta, seiring penyesuaian kegiatan HUT Kemerdekaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran 2026.

Festival Merah Putih digelar selama dua hari, 22-23 Agustus 2026. Konsepnya tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM dan komunitas lokal untuk terlibat dalam perayaan.

Pemprov Kaltim menyiapkan sekitar 50 stan UMKM secara gratis. Selain bazar produk lokal dan sembako murah, festival juga diisi fun walk, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, perpustakaan keliling, lomba 17 Agustusan, kompetisi antarpelajar, olahraga tradisional hingga parade band.

Imanuddin mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim menyesuaikan rangkaian festival dengan kondisi anggaran tahun ini. KADIN Kaltim mengambil bagian dalam penyediaan panggung dan penampilan artis, termasuk Raim Laode.

ae797e38 4cb9 4ad7 858d fd89ee9bc910
Plt. Kepala BPOD Setda Provinsi Kaltim, Imanuddin. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

Sementara Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltim turut mengisi kegiatan olahraga tradisional nonprestasi. Pihak lain juga dilibatkan untuk mendukung rangkaian kegiatan selama festival.

“Kegiatan-kegiatan lainnya kita kolaborasikan dengan berbagai pihak. Jadi tidak semuanya dibebankan kepada pemerintah,” tuturya.

Di sisi lain, kehadiran Raim Laode diharapkan ikut menarik masyarakat datang ke festival sekaligus menggerakkan transaksi UMKM. Dengan stan yang tidak dipungut biaya sewa, pelaku usaha dapat lebih fokus memasarkan produknya selama dua hari kegiatan.

Pemprov Kaltim memperkirakan setiap UMKM dapat mencatat transaksi sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta selama festival. Dengan 50 stan, potensi perputaran transaksi bahkan diproyeksikan mencapai sekitar Rp250 juta apabila rata-rata penjualan mencapai Rp5 juta per stan.

Pemprov Kaltim berharap masyarakat tidak hanya datang menikmati hiburan, tetapi juga ikut berbelanja dan mendukung produk UMKM lokal.

“Target kita, UMKM bisa mendapatkan transaksi. Kalau satu UMKM bisa memperoleh Rp2 juta sampai Rp5 juta selama kegiatan, atau bahkan lebih, tentu itu menjadi hasil yang bagus. Tinggal kita kalikan dengan sekitar 50 UMKM yang ikut,” jelasnya.

Imanuddin juga memastikan masyarakat dapat menikmati hiburan tersebut tanpa biaya masuk.

“Masyarakat bisa menonton secara gratis. Kegiatannya terbuka untuk umum,” imbuhnya.

Sementara untuk keikutsertaan UMKM, pendataan dan pengaturan stan akan dilakukan bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltim serta Event Organizer (EO).

“Nanti Disperindagkop bersama EO yang akan mendata dan menentukan UMKM yang ikut. Kalau ada produk yang sama, pengaturannya juga akan dibuat agar tidak bersebelahan. Jadi, teknis penataannya nanti disesuaikan dengan data produk yang masuk,” ucapnya.

Masyarakat yang hadir juga diharapkan ikut mendukung perputaran ekonomi pelaku usaha lokal selama festival berlangsung.

“Kita berharap masyarakat yang datang bisa membelanjakan sebagian rezekinya untuk membeli produk UMKM. Karena stand-nya gratis, pelaku UMKM tidak lagi terbebani biaya sewa tenda, sehingga mereka bisa lebih fokus menjual produknya,” tutup Imanuddin. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *