KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Keluhan warga terkait bau menyengat di kawasan tanjakan Gunung Mangga mendapat perhatian serius dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda. Aroma tak sedap yang kerap tercium saat truk pengangkut sampah pasar melintas diduga berasal dari air di bak kendaraan yang tidak dibersihkan sebelum masuk ke jalan umum.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, mengakui bahwa kondisi air di bak truk memang dapat menimbulkan bau jika tidak ditangani dengan benar. Ia pun langsung menginstruksikan petugas lapangan untuk memastikan air di bak kendaraan diturunkan terlebih dahulu sebelum truk melanjutkan perjalanan.
“Itu kan baknya bisa digetengkan, ya. Jadi saya bilang, sebelum melaju ke jalan, tolong dikondisikan seperti ini (dimiringkan). Turunkan dulu airnya,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Menurut Nurrahmani, langkah tersebut penting untuk meminimalkan dampak lingkungan dan menjaga kenyamanan pengguna jalan, terutama di kawasan padat aktivitas warga. Ia juga mengapresiasi laporan masyarakat yang dinilai membantu pemerintah melakukan evaluasi layanan kebersihan pasar.
Disdag Samarinda sendiri saat ini mengoperasikan lima unit truk pengangkut sampah pasar yang telah disesuaikan dengan ketentuan masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Namun, pengelolaan armada tersebut masih terbatas pada pengemudi alias tanpa petugas pengangkut khusus.
“Koreksi masyarakat itu bagus. Namun bisa jadi juga truknya itu basah kena hujan. Ditumpuki lagi sampah, kesannya itu adalah air itu, ya kan? jadi diturunkan dulu airnya,” tuturnya.
Ia menegaskan, evaluasi operasional terus dilakukan, termasuk memastikan standar kebersihan armada tetap terjaga meski keterbatasan sarana dan personel masih menjadi tantangan. Disdag berharap dengan pengetatan prosedur ini, hal yang dikeluhkan warga teratasi. (ns)