KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda pada tahun akademik 2025/2026 mendapatkan kuota penerimaan mahasiswa baru melalui program Gratispol sebanyak 960 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 860 orang.
Rektor UWGM, Prof Usman Ibrahim, menjelaskan, penentuan kuota dilakukan melalui serangkaian rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini memang naik sekitar 10–15 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini sudah diputuskan per program studi,” ujarnya, Sabtu (13/9/25).
Namun, Prof Usman menegaskan, fasilitas Gratispol hanya berlaku bagi mahasiswa dengan domisili Kalimantan Timur (Kaltim). “Kalau mahasiswa berasal dari luar Kaltim, otomatis tidak bisa ikut dalam program ini,” tegasnya.
Prof Usman turut menjelaskan perbedaan skema biaya antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Di PTN, program Gratispol menanggung penuh biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tanpa pungutan tambahan.
Sementara di PTS, termasuk UWGM, Gratispol hanya menanggung biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Komponen lain seperti uang gedung, biaya pendaftaran, ujian skripsi atau tesis, hingga praktik lapangan tetap menjadi tanggungan mahasiswa. “Skema ini sudah sesuai regulasi nasional dan diterapkan hampir di semua PTS,” jelasnya.
Besaran SPP di UWGM bervariasi per program studi. Jurusan dengan biaya tertinggi seperti Teknologi Informasi hanya sekitar Rp4,5 juta. Sedangkan bidang sosial-ekonomi rata-rata Rp3 juta.
Padahal, aturan Pemprov Kaltim membolehkan biaya hingga Rp5 juta program studi sosial-ekonomi, bahkan Rp15 juta pada jurusan kedokteran. “Artinya, biaya di UWGM masih jauh di bawah plafon maksimal,” kata Prof Usman.
Biaya tersebut ditetapkan melalui keputusan yayasan dan universitas, serta sudah berkekuatan hukum melalui Surat Keputusan (SK). Meski ada ruang menaikkan biaya, pihak kampus memilih konsisten dengan regulasi yang berlaku.
Selain Gratis Pol, UWGM juga memiliki kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sekitar 100–120 mahasiswa per tahun. Wakil Rektor III UWGM, Dr. Suyanto, menerangkan bahwa KIP Kuliah mencakup biaya SPP sekaligus memberikan bantuan biaya hidup hingga semester delapan.
“Dana SPP ditransfer langsung ke kampus, sedangkan biaya hidup disalurkan ke rekening mahasiswa. Seleksi berdasarkan kondisi ekonomi dan dokumen pendukung seperti kepemilikan Kartu Indonesia Pintar atau Program Keluarga Harapan,” jelas Suyanto.
Selain itu, UWGM juga menyalurkan beasiswa dari Bank Indonesia (GenBI) untuk sekitar 50 mahasiswa setiap tahun. Namun, setiap penerima beasiswa hanya diperbolehkan mendapat satu sumber pendanaan agar menghindari double funding.
Pada PTS, pendaftaran Gratispol dibuka hingga 30 September 2025. Selanjutnya, data mahasiswa diverifikasi bersama Pemprov Kaltim, termasuk perbaikan berkas jika ada kekurangan. Hasil penerimaan biasanya diumumkan pada 1 Oktober.
“Bagi mahasiswa yang sudah membayar SPP sebelum Perjanjian Kerja Sama (PKS) terbit, dana sebesar nilai SPP akan dikembalikan ke rekening masing-masing penerima Gratispol,” pungkas Prof Usman. (yud)