merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Tongkang Hantam Pengaman Jembatan Mahulu, Pemprov Kaltim Tutup Akses Alat Berat

whatsapp image 2026 02 11 at 09.31.03 (1)
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.(ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Insiden kapal tongkang kembali mengganggu aktivitas pelayaran dan keselamatan infrastruktur di Sungai Mahakam. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di sekitar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (25/1/2026) dini hari sekitar pukul 05.10 Wita.

Sejumlah kapal tunda dan tongkang yang beroperasi di jalur sungai itu terlibat dalam rangkaian kejadian yang berujung pada benturan dengan sistem pengaman jembatan.

Berdasarkan laporan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, insiden diawali oleh tabrakan antara TB Atlantic Star 23 dengan buoy tambat yang sebelumnya dipasang oleh TB Marina 1631. Pada saat bersamaan, TB Marina 1631 tengah menarik BG Marine Power 3066. Di lokasi yang tidak berjauhan, TB Karyastar 67 juga diketahui sedang menggandeng BG Bintang Timur 03, sehingga kepadatan kapal di area tambatan turut memperbesar risiko insiden.

Rangkaian kejadian tersebut dipicu oleh putusnya tali buoy tambat yang menyebabkan kapal-kapal kehilangan posisi aman dan terbawa arus Sungai Mahakam. Akibatnya, BG Marine Power 3066 hanyut ke arah Jembatan Mahakam Ulu dan akhirnya menempel pada safety fender atau pelindung jembatan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap potensi kerusakan struktur pengaman serta ancaman keselamatan pelayaran di sekitar lokasi.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyatakan bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh kegagalan teknis pada sistem tambatan kapal dan berada di luar pengolongan resmi pemerintah.

“Permasalahan utama dalam kejadian ini adalah putusnya tali tambatan. Kapal-kapal tersebut sebenarnya bertambat cukup jauh di kawasan Ulu Mahakam, namun terjadi benturan antarkapal yang menyebabkan tali tambat terlepas dan kapal hanyut hingga mengenai jembatan. Pola kejadian seperti ini bukan hal baru dan menjadi tanggung jawab teknis pihak operator kapal,” ujar Seno Aji, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan bahwa langkah utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat ini adalah memastikan kondisi dan keamanan Jembatan Mahakam Ulu tetap terjaga. Untuk kepentingan penyelidikan, dua kapal yang terlibat telah diamankan, sementara KSOP dan Pelindo diminta segera melakukan investigasi menyeluruh.

“Sebagai langkah pengamanan, untuk sementara jembatan ditutup bagi kendaraan dan alat berat. Kendaraan bertonase besar tidak diperkenankan melintas demi menjaga keselamatan struktur jembatan. Pengalihan arus diarahkan melalui wilayah Kutai Kartanegara,” tegasnya.

Menurut Seno Aji, pembatasan tersebut diberlakukan karena sebagian besar alat berat yang melintas berkaitan dengan aktivitas pertambangan. Oleh sebab itu, Pemprov Kaltim memprioritaskan penggunaan jembatan bagi kendaraan kecil dan kebutuhan mobilitas masyarakat umum.

Ia menambahkan bahwa Jembatan Mahakam Ulu merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sehingga tanggung jawab pengamanan sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah. Dari aspek perdata, lanjutnya, terdapat mekanisme ganti rugi yang dapat diterapkan mengingat adanya indikasi kelalaian dalam pengamanan tongkang.

Terkait pencegahan kejadian serupa, Seno Aji mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim telah melakukan koordinasi dengan KSOP serta mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan agar pemerintah daerah diberikan kewenangan alokasi tambat dan pengolongan.

“Apabila pengolongan dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, maka Pemprov Kaltim dapat bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dan keutuhan jembatan,” jelasnya.

Namun hingga saat ini, permohonan tersebut belum memperoleh respons dari Kementerian Perhubungan maupun KSOP. Pemprov Kaltim berencana kembali mengajukan permohonan serupa, mengingat titik-titik lokasi tambat telah tersedia dan siap dibangun, dengan catatan menunggu persetujuan dari kementerian terkait.(ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *