merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Target Januari, 1.500 Pedagang Sudah Ambil Kunci, Relokasi Pasar Pagi Tahap I Hampir Rampung

img 20260115 wa0009
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Upaya penyelesaian relokasi pedagang Pasar Pagi memasuki fase krusial. Pemerintah Kota Samarinda menegaskan bahwa bulan Januari menjadi batas waktu yang diharapkan untuk menuntaskan seluruh proses pengambilan kunci bagi pedagang yang masuk daftar tahap pertama.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa penuntasan relokasi pada Januari bukan sekadar target administratif, tetapi menjadi momentum penting untuk memastikan pasar baru segera beroperasi optimal. “Harapan kami, seluruh proses ini bisa tuntas Januari. Dari 1.804 pedagang tahap pertama, sekitar 1.500 sudah mengambil kunci,” ujar Yama, sapaan akrabnya, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, sebagian pedagang yang belum mengambil kunci memiliki kendala lokasi, seperti sedang berada di luar Samarinda, termasuk di Sulawesi. Karena itu, Disdag terus membuka ruang koordinasi agar sisa pedagang dapat segera menyelesaikan proses pengambilan.

“Masih ada pedagang yang belum bisa hadir langsung karena berbagai alasan. Tapi secara keseluruhan, progresnya sudah sangat signifikan,” katanya.

Yama menjelaskan bahwa data yang terinput saat ini merupakan data relokasi tahap pertama. Pedagang lain yang akan masuk tahap kedua memang belum dimasukkan dalam aplikasi karena pemerintah ingin fokus merampungkan satu tahap sebelum membuka tahap berikutnya. “Data tahap kedua dipisahkan agar tidak terjadi tumpang tindih. Bukan berarti mereka hilang dari pendataan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Disdag sudah menyiapkan bahan untuk pelaksanaan tahap kedua, namun keputusan akhir tetap menunggu instruksi Wali Kota Samarinda. Disdag juga mengintensifkan komunikasi dengan DPRD Samarinda agar proses relokasi tidak menimbulkan misinformasi.

DPRD dinilai perlu mengetahui perkembangan secara detail karena mereka kerap menjadi titik tanya masyarakat. “DPRD ingin memastikan setiap informasi tersampaikan dengan benar. Jadi kalau ada pedagang atau pihak lain bertanya, mereka bisa menjelaskan sesuai kondisi lapangan,” ungkap Yama.

Nurrahmani menegaskan bahwa penuntasan relokasi pada Januari sangat diharapkan agar pedagang dapat segera menata lapak dan memulai aktivitas jual beli dengan lebih teratur. Ia memastikan Disdag telah menyiapkan berbagai skenario teknis untuk menyelesaikan sisa proses. “Kami berharap Januari ini benar-benar selesai. Begitu arahan Pak Wali turun, kami langsung lanjutkan tahap berikutnya,” ditutupnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *