merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Tak Sekadar Panti, Fasilitas Difabel Kaltim Dirancang Jadi Pusat Pemberdayaan

img 20260119 wa0008
Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak.(ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial memastikan pembangunan panti khusus penyandang disabilitas di Jalan Rapak Indah, Samarinda, telah rampung dan siap difungsikan pada tahun 2026. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi kelompok difabel.

Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, menyampaikan bahwa pembangunan panti tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan tempat tinggal sementara, melainkan diarahkan sebagai sarana peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas melalui layanan yang lebih komprehensif.

“Panti sosial bagi penyandang disabilitas telah selesai dibangun dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2026,” ujar Andi Muhammad Ishak pada Senin (19/1/2026).

Panti difabel tersebut memiliki kapasitas hingga 200 orang dan diharapkan mampu menjangkau lebih luas penyandang disabilitas yang selama ini belum tersentuh layanan pemerintah. Saat ini, layanan sementara baru dapat menjangkau sekitar 30 orang, dengan target peningkatan hingga 80 orang pada tahap awal operasional.

“Jumlah penerima layanan akan terus dievaluasi. Pada tahap awal ditargetkan mencapai 80 orang, namun ke depan sangat dimungkinkan untuk terus bertambah sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan,” jelasnya.

Berbeda dengan panti sosial atau rumah singgah pada umumnya, fasilitas ini dirancang sebagai pusat pelatihan dan pengembangan potensi penyandang disabilitas. Melalui berbagai program pembinaan keterampilan dan penguatan kapasitas, penghuni panti diharapkan mampu hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pendampingan.

Layanan tersebut diperuntukkan bagi penyandang disabilitas yang masih memiliki keluarga, namun mengalami keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar serta pengembangan kemampuan diri.

“Kami memposisikan panti ini sebagai pusat pemberdayaan penyandang disabilitas. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia petugas layanan juga menjadi perhatian utama agar pelayanan yang diberikan semakin optimal,” terang Andi.

Di sisi lain, Dinas Sosial Kalimantan Timur juga menargetkan penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial hingga mencapai 4 persen pada tahun ini, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. “Saat ini tingkat kemiskinan di Kalimantan Timur masih berada pada kisaran 5,17 persen,” ungkapnya.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah daerah memperkuat berbagai program bagi keluarga penerima manfaat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemberian bantuan usaha kepada 1.500 warga agar mampu menghasilkan produk dan memiliki sumber penghasilan secara mandiri.

“Walaupun terdapat penyesuaian anggaran, nilai bantuan tetap dipertahankan sebesar Rp5 juta untuk setiap penerima,” pungkas Andi Muhammad Ishak.(ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *