KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Rencana Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menggelar Mahakam Mask Carnival pada Agustus 2026 bergeser ke bulan berikutnya. Kegiatan yang semula disiapkan untuk mengisi agenda perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu kini dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah sejumlah agenda pawai mulai bermunculan di Samarinda selama Agustus. Kondisi itu membuat rencana awal untuk mengisi kekosongan agenda pawai tidak lagi menjadi kebutuhan utama.
“Memang konsep kemarin kami ingin mengisi kekosongan karena tidak ada pawai. Sementara orang banyak nanyanya pawai, sehingga kami selenggarakan festival topeng itu, Mahakam Mask Carnival,” ujar Faisal saat di Kantor Dinas Pariwisata Kaltim, Rabu (19/8/2026).
Namun, setelah melihat sejumlah kegiatan serupa mulai disiapkan, Dispar Kaltim memilih menggeser pelaksanaan Mahakam Mask Carnival ke momentum Hari Pariwisata Sedunia pada 27 September mendatang.
“Alhamdulillah tadi niat kami mengisi kekosongan di bulan Agustus, ternyata sudah ramai. Kami geser di September,” ujarnya.
Meski waktunya berubah, konsep utama Mahakam Mask Carnival tetap dipertahankan. Dispar Kaltim menargetkan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi komunitas pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi kreatif untuk menampilkan kreativitas mereka.
Rangkaian kegiatan akan diisi tiga bagian utama, yakni lomba parade drum band antarpelajar, festival seni pencak silat yang melibatkan perguruan di Kaltim, serta parade komunitas dengan mengenakan berbagai jenis topeng.
Faisal mengatakan penggunaan topeng dalam parade tidak akan dibatasi pada bentuk tertentu. Peserta dapat menggunakan topeng berbahan kertas hingga karakter cosplay, selama tetap menjadi bagian dari ekspresi kreatif komunitas.
“Yang penting dia pakai topeng. Topeng apa saja. Mau topeng kertas, mau pakai full, bahkan kawan-kawan kemarin yang cosplay (costume play) mau ikut, ayo,” ujarnya.
Konsep tersebut sekaligus membuat masyarakat tidak perlu menjadi peserta untuk menikmati kegiatan. Dispar Kaltim justru mengarahkan warga sebagai penonton agar dapat menikmati pertunjukan, sementara ruang berekspresi diberikan kepada komunitas yang bergerak di bidang seni, budaya, pencak silat, drum band, dan ekonomi kreatif.
“Kita target 2.000-an orang sudah cukup, tapi ada sesuatu yang enak dilihat. Masyarakat nonton saja, nikmati, bergembira,” kata Faisal.
Untuk menjaga kegiatan tetap nyaman bagi peserta maupun penonton, rute pawai juga dibuat lebih pendek. Peserta akan berkumpul di Taman Samarinda sekitar pukul 07.00 Wita dan bergerak menuju halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Di lokasi akhir, peserta akan diberi ruang untuk menampilkan atraksi melalui panggung dan area yang telah disiapkan. Faisal mengatakan rute pendek sengaja dipilih agar peserta tidak terlalu lelah, terutama mereka yang mengenakan kostum karnaval berukuran besar.
“Kita ambil rute pendek saja. Dari Taman Samarinda kumpul pagi jam 07.00 Wita, kemudian kita jalan sampai Kantor Gubernur,” jelasnya.
Mahakam Mask Carnival tahun ini juga diposisikan sebagai langkah awal untuk membangun agenda budaya yang dapat digelar secara rutin. Dispar Kaltim bahkan menargetkan konsep yang lebih besar pada tahun berikutnya melalui pawai 1.001 Topeng Nusantara.
Faisal berharap kegiatan tersebut nantinya dapat menghadirkan beragam karakter topeng dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
“Target saya tahun depan kita akan buat pawai 1.001 Topeng Nusantara. Jadi nanti kita undang semua jenis topeng, semua jenis budaya yang ada di Indonesia,” pungkas Faisal. (mell)