merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

SMAN 16 Samarinda Nikmati Manfaat Penuh Program Gratispol, 246 Siswa Terima Seragam Lengkap

img 20260119 wa0019
Kepala SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – SMA Negeri 16 Samarinda memastikan seluruh siswa kelas X telah merasakan manfaat penuh Program Gratispol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Melalui program tersebut, sebanyak 246 siswa menerima perlengkapan sekolah lengkap berupa seragam, sepatu, topi, tas, hingga atribut penunjang lainnya secara gratis.

Kepala SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin, mengatakan bahwa pada prinsipnya pendidikan di tingkat SMA negeri memang telah digratiskan sejak lama. Namun, kehadiran Program Gratispol dinilai memberikan tambahan manfaat signifikan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan seragam sekolah.

“Kalau di SMA itu sebenarnya sekolah gratis sudah lama. Tapi dengan adanya Gratispol ini ada tambahan, terutama untuk seragam sekolah. Alhamdulillah, seragam itu sudah kami bagikan kepada 246 siswa,” ujar Abdul Rozak.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, atas kebijakan yang dinilai sangat membantu siswa dan orang tua.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah menghadirkan program Gratispol yang luar biasa. Perlengkapan seperti sepatu, topi, baju, sampai tas sudah digunakan anak-anak, terutama setiap hari Senin. Anak-anak merasa terbantu dan orang tua menyambut sangat baik program ini,” jelasnya.

Abdul Rozak menegaskan, untuk SMAN 16 Samarinda, penyaluran bantuan seragam melalui Program Gratispol untuk siswa kelas X telah terealisasi 100 persen. Sementara itu, program serupa untuk siswa kelas XI dan XII hingga kini belum diterima pihak sekolah.

“Program seragam ini memang diperuntukkan bagi kelas 10 dan sudah 100 persen diberikan. Kalau untuk kelas 11 dan 12, kami belum mengetahui apakah akan ada kebijakan lanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap Program Gratispol ke depan tidak hanya fokus pada aspek pembiayaan dasar, tetapi juga diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, sekolah membutuhkan tambahan dukungan anggaran untuk kegiatan ekstrakurikuler yang berperan penting dalam pengembangan minat dan bakat siswa.

“Gratis itu penting, tapi arahnya juga harus bermutu. Kegiatan ekstrakurikuler membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Perlu ada tambahan dana, baik dari BOSP maupun dukungan CSR perusahaan, agar pengembangan siswa di luar kelas bisa maksimal,” pungkasnya.

Ia menilai, penguatan pendanaan pendidikan akan menjadi kunci agar Program Gratispol tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga melahirkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *