KALTIMVOICE.ID, PENAJAM — Suasana Halaman Dome Penajam tampak semarak pada Selasa pagi (20/10/2026) saat Pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara resmi digulirkan. Acara ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten PPU dan jajaran tenaga pendidik dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, membeberkan bahwa ajang Porsenijar kali ini melibatkan sekitar 270-an peserta terbaik yang merupakan perwakilan dari empat kecamatan, yakni Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Mereka adalah kontingen pilihan yang telah lolos seleksi di tingkat kecamatan masing-masing pada dua minggu sebelumnya.
Muhtar menyampaikan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah pembinaan sekaligus seleksi menuju Porsenijar tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan diselenggarakan di Kabupaten Paser. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti dukungan finansial dan kebijakan penuh dari Bupati PPU yang bergerak cepat mencarikan alokasi anggaran sehingga agenda Porsenijar dan rangkaian HUT PGRI mendatang dapat terlaksana secara terencana.
“Komitmen Pemkab PPU sangat luar biasa dalam mendukung kegiatan ini. Ajang Porsenijar menjadi wadah penting aktualisasi diri bagi para guru yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas belajar-mengajar di sekolah,” jelas Muhtar.
Sementara itu, Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, dalam sambutan pembukaannya menggarisbawahi betapa pentingnya peran strategis guru tidak hanya dalam aspek pengajaran akademik, tetapi juga dalam menggali dan membina bakat anak-anak didik sejak dini.
“Bakat-bakat awal dan bibit calon atlet unggulan di daerah sejatinya tumbuh dari anak-anak kita yang bersekolah, tentunya di bawah bimbingan dan kejelian para guru. Banyak guru yang memiliki latar belakang keterampilan olahraga dan seni yang mumpuni, yang kemudian menularkan ilmunya kepada para siswa. Karena itu, peran guru dalam membimbing anak didik sangat menentukan masa depan mereka,” papar Mudyat Noor.
Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Porsenijar sebagai wadah pembelajaran tentang kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, dan sportivitas. Ia menekankan agar keinginan untuk menang tidak sampai mengorbankan nilai-nilai kejujuran dan rasa kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa keberhasilan seseorang itu jalannya bermacam-macam, tidak terbatas pada prestasi akademik semata tetapi juga bakat dan potensi di bidang lainnya. Mari bertanding dengan semangat pantang menyerah dan junjung tinggi rasa persaudaraan,” ajak Bupati.
Melalui pembukaan Porsenijar 2026 ini, Pemkab PPU bersama PGRI berkomitmen untuk terus berkolaborasi menciptakan iklim pendidikan yang inklusif, berkarakter, serta berdaya saing demi kemajuan Kabupaten Penajam Paser Utara.
(Adv63/diskominfoppu/udin.zacrez)