desain sukseskan kukar idaman terbaik

Sekda PPU Tegaskan Bencana Karhutla Jadi Isu Utama Yang Harus Diwaspadai di Kaltim

whatsapp image 2026 10 12 at 10.34.28
Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan sambutan dan pengarahan mengenai kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penguatan peran masyarakat dalam Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) II Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur di Penajam. (Foto: Dokumentasi Humas Pemkab PPU)

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan perhatian serius terhadap persoalan lingkungan, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat, membahayakan kesehatan, dan menimbulkan kerugian yang luas.

Sorotan tegas ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara dalam pembukaan Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) II Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur yang berlangsung di Penajam. Selain membahas masalah penguatan organisasi dan kepemudaan, Sekda menekankan bahwa penanganan karhutla merupakan isu krusial yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa berdasarkan informasi koordinasi kebencanaan yang diterima pemerintah daerah, Kabupaten Paser mengalami peningkatan titik panas dan telah menaikkan status penanganan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana. Sementara itu, Kabupaten PPU masih berada pada status siaga darurat yang telah ditetapkan sejak akhir Juni, dengan kondisi kebakaran yang masih dapat dikendalikan.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, termasuk dalam kegiatan pembukaan lahan perkebunan. Kondisi cuaca panas, angin kencang, dan vegetasi yang kering dapat menyebabkan api menyebar dengan cepat sehingga sulit dikendalikan.

Sekda juga mengapresiasi upaya jajaran penanggulangan bencana, termasuk pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni, satuan tugas karhutla, serta unsur TNI dan Polri yang terus melakukan penanganan di lapangan. Namun, menurutnya, pencegahan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan petugas, melainkan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan, untuk turut berperan aktif menyampaikan imbauan kepada lingkungan masing-masing. Kesadaran kolektif sangat diperlukan agar masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan dan mencegah karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Peran organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan kelestarian daerah.

Melalui RAPIMWIL II ini, Pemerintah Kabupaten PPU berharap Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Timur semakin solid dalam menjalankan peran organisasi, memperkuat pembinaan generasi muda, dan berkontribusi dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, lingkungan, serta pembangunan daerah.

(Adv2/diskominfoppu/humas/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *