KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Rencana pemekaran Kecamatan Samarinda Utara masih berproses. DPRD Kota Samarinda belum menentukan sikap sebelum kajian kelayakan rampung, terutama untuk melihat kebutuhan wilayah sekaligus konsekuensi pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah daerah.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan kajian tersebut diperlukan untuk mengukur sejauh mana rencana pemekaran layak direalisasikan. Sebab, pembentukan kecamatan baru akan berpengaruh terhadap kebutuhan anggaran.
“Yang jelas kemarin masih dianalisis dulu seberapa jauh kelayakannya karena dengan adanya pemekaran tentu juga akan memengaruhi dari segi pembiayaan,” ujar Helmi belum lama ini.
Pemkot Samarinda sendiri telah menyiapkan kajian studi kelayakan pemekaran Samarinda Utara. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya menilai kebutuhan penataan wilayah dan peningkatan pelayanan pemerintahan di kawasan tersebut.
Bagi DPRD, persoalan anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama. Terlebih, pemerintah daerah saat ini masih menerapkan efisiensi sehingga setiap rencana pembentukan struktur pemerintahan baru harus dihitung secara cermat.
“Kalau bicara urgensi kan kita itu nanti ujung-ujungnya bicara masalah pembiayaan. Nah, hari ini kita masih dalam suasana efisiensi,” katanya.
Selain anggaran, kesiapan fasilitas juga perlu dipastikan. Pemekaran nantinya membutuhkan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional pemerintahan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Meski begitu, DPRD tidak menutup ruang untuk mendukung rencana tersebut apabila seluruh persyaratan terpenuhi. Hasil kajian akan menjadi salah satu dasar sebelum pembahasan dilanjutkan lebih jauh.
“Jadi mudah-mudahan nanti kalau memang itu memenuhi syarat kita dari DPRD akan support,” tegas Helmi.
Menurutnya, pembahasan selanjutnya perlu melihat kesiapan pemerintah secara menyeluruh, termasuk kebutuhan logistik dan manfaat pemekaran bagi masyarakat. Jika usulan resmi telah disampaikan, DPRD akan mendiskusikannya lebih lanjut.
“Makanya nanti kita diskusikan ujungnya nanti. Sejauh mana nanti kesiapannya, sejauh mana kesiapan logistiknya, sejauh mana nanti juga manfaatnya,” pungkasnya. (mell)