merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Satu Tahun Gratispol, Pemprov Kaltim Fokus Pembenahan

img 20260212 wa0005
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Setelah genap satu tahun berjalan, program pendidikan tanpa biaya alias Gratispol milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini memasuki fase evaluasi. Dengan target 124 ribu mahasiswa dibiayai pada tahun ini, Pemprov Kaltim mengakui perlunya pembenahan sistem agar pelaksanaannya semakin optimal.

Program yang digagas Gubernur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji itu menjadi salah satu program prioritas daerah. Skema ini membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa di Kalimantan Timur sebagai bagian dari komitmen pemerataan akses pendidikan.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan, secara umum program prioritas telah berjalan sesuai rencana. “Alhamdulillah kita sudah satu tahun dan program prioritas sudah berjalan. Yang pertama adalah pendidikan gratis, UKT gratis yang ada di Kalimantan Timur ini, kemudian kesehatan gratis BPJS, kemudian Progratis untuk para marbot, semuanya sudah kita lakukan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Selain pendidikan gratis, pemerintah daerah juga telah merealisasikan layanan kesehatan gratis melalui BPJS, serta sejumlah program sosial lainnya. Namun, pelaksanaan Gratispol tidak lepas dari berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kendala teknis hingga keluhan administratif.

Seno mengakui, sebagai program baru dengan skala besar, penyesuaian sistem menjadi hal yang tidak terhindarkan. “Tentu saja ada beberapa kelemahan dan beberapa kekurangan yang harus kita perbaiki. Itu saya pikir lumrah karena ini hal yang baru, terutama di pendidikan gratis,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perbaikan sistem menjadi prioritas agar pelayanan kepada mahasiswa semakin responsif. “Sistem-sistem kita perbaiki semua agar keluhan-keluhan masyarakat bisa kita terima,” tegasnya.

Dengan jumlah penerima yang mencapai ratusan ribu mahasiswa, pengelolaan program membutuhkan perhatian khusus dari tim pelaksana di tingkat provinsi. Menurutnya, besarnya angka penerima menuntut pengawasan dan manajemen yang lebih kuat agar program tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami tentu memahami hal itu tidak mudah untuk segera terwujud semuanya, tapi kami terus berusaha karena tahun ini ada 124.000 mahasiswa yang akan kita biayai,” ujarnya.

Ia pun berharap dukungan masyarakat agar program prioritas tersebut dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kaltim. “Kami mohon doa dari masyarakat agar program kerja gubernur dan wakil gubernur berjalan dengan baik.” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *