KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Dunia sastra dan wastra di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat angin segar. Dinas Kebudayaan Kutim memastikan bahwa dua bidang seni tersebut kini termasuk dalam kriteria seleksi calon penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun ini. Jumat (14/11/25).
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kutim, Fadliansyah Budi, mengungkapkan, tim seleksi tengah memperluas cakupan penilaian agar semua bidang kebudayaan mendapat kesempatan yang sama untuk diakui.
“Kalau nggak salah juga ada kriteria sastrawan, penulis, penulis tulis, penulis puisi juga masuk. Kalau tidak salah juga,” ujarnya di sela perayaan HUT Kutim ke-25.
Ia menjelaskan, selama ini banyak sastrawan dan pelaku literasi daerah yang berkontribusi besar terhadap pengembangan bahasa dan sastra lokal, namun kurang mendapatkan perhatian di ajang penghargaan kebudayaan. Dengan adanya kategori ini, peluang mereka kini terbuka lebar.
Selain bidang sastra, Dinas Kebudayaan juga memberikan ruang khusus bagi perajin wastra atau tenun, yang merupakan bagian penting dari warisan budaya bendawi Kutim. “Kemudian wastra juga masuk juga, ada kriteria wastra,” imbuhnya.
Fadliansyah menambahkan, selain karya yang dihasilkan, aspek pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat turut menjadi pertimbangan utama. “Selain dia berwastra, dia juga diteliti atau divisitasi, ternyata dia bisa memberikan pelatihan-pelatihan. Itu salah satu kriteria,” katanya.
Dengan pendekatan yang lebih komprehensif ini, diharapkan ajang penghargaan tidak hanya menjadi wadah apresiasi, tetapi juga sarana mendorong regenerasi pelaku budaya di berbagai sektor. (adv/diskominfokutim/yud)