desain sukseskan kukar idaman terbaik

Pintu Balkon Tak Terkunci, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Kasus Balita Jatuh di Hotel Mesra

whatsapp image 2026 10 15 at 14.46.41
Hotel Mesra di Jalan Pahlawan, Samarinda, lokasi seorang balita berusia tiga tahun dilaporkan terjatuh dari lantai 5 pada Rabu (14/10/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Polisi masih mendalami penyebab balita berinisial RK (3) meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai lima Hotel Mesra Samarinda, Rabu (14/10/2026). Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan pintu yang mengarah ke area balkon dalam kondisi tidak terkunci dan terbuka.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 Wita. Penyidik telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan apakah kejadian tersebut murni kecelakaan atau terdapat unsur kelalaian maupun tindak pidana lainnya.

“Beberapa saksi sudah kita lakukan pemeriksaan juga untuk mendalami bahwa kasus ini apakah memang betul-betul murni terjatuh atau ada hal-hal tindak pidana yang lainnya. Ini masih kita dalami,” ujar Asriadi saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (14/10/2026).

Dari pemeriksaan awal, korban diketahui berada di dalam kamar bersama adiknya ketika kedua orang tuanya turun ke restoran hotel untuk sarapan. Saat itu, korban tidak berada dalam pengawasan langsung orang tuanya.

Asriadi menyebut, pintu yang mengarah dari kamar menuju area balkon diketahui tidak terkunci. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik dalam mengurai bagaimana korban dapat mencapai area balkon hingga akhirnya terjatuh.

“Yang untuk pintu memang tidak terkunci. Tidak terkunci, terbuka dia,” jelasnya.

Selain kondisi akses menuju balkon, polisi turut memeriksa aspek keselamatan di area tersebut. Menurut Asriadi, terdapat pagar serta sejumlah imbauan yang melarang pengunjung berada di pinggir pagar atau duduk di atasnya.

Pemeriksaan kemudian diperluas dengan meminta keterangan dari orang tua korban, petugas keamanan, serta salah satu karyawan hotel. Keterangan dari pihak hotel dibutuhkan untuk mengetahui sistem pengamanan dan peringatan keselamatan yang tersedia di lokasi kejadian.

“Termasuk dari security dari hotel itu sendiri, termasuk dari salah satu karyawan di hotel untuk menanyakan masalah safety atau peringatan-peringatan yang ada di hotel tersebut,” katanya.

Petugas keamanan hotel juga menjadi orang pertama yang menemukan korban setelah terjatuh. Polisi telah meminta keterangannya sebagai bagian dari penyelidikan untuk menyusun kronologi kejadian.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan adanya unsur pidana maupun kelalaian dalam peristiwa tersebut. Penyidik masih mencocokkan hasil olah TKP dengan keterangan para saksi untuk memastikan penyebab korban bisa sampai terjatuh dari lantai lima.

“Ini masih kita dalami dari keterangan para saksi yang ada di TKP pada saat itu,” tandas Asriadi. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *