merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Perbatasan Kaltim-Kalsel, Gunung Halat Jadi Magnet Pelintas

img 20251226 wa0007
Gunung Halat, Perbatasan Kaltim-Kalsel yang tampak semakin indah (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, TABALONG – Kawasan perbatasan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim) di Gunung Halat, Desa Lano, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, tidak hanya menawarkan panorama alam pegunungan yang asri, tetapi juga berkembang sebagai ruang rehat sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga setempat. Letaknya yang strategis di jalur penghubung dua provinsi membuat kawasan ini semakin hidup, terutama lalu lintas pengendara lintas daerah.

Berada di kawasan pegunungan, suasana di perbatasan Gunung Halat terasa sejuk dan teduh. Deretan pepohonan yang tumbuh rapat berpadu dengan tebing-tebing alami di sekeliling jalan, menciptakan nuansa nyaman di siang hari. Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengendara yang menempuh perjalanan jauh dan membutuhkan tempat melepas lelah sejenak.

Seiring meningkatnya aktivitas pelintas, warga sekitar memanfaatkan peluang dengan membuka berbagai usaha kecil. Di sepanjang kawasan perbatasan, berdiri deretan warung yang menjajakan aneka makanan dan minuman. Tidak sedikit di antaranya yang tetap beroperasi hingga malam hari, pengendara roda dua, maupun wisatawan lokal yang melintas.

Aji, salah seorang pengunjung asal Bontang, mengaku kerap singgah di kawasan tersebut ketika melakukan perjalanan antardaerah. Menurutnya, lokasi perbatasan Gunung Halat menjadi titik istirahat yang ideal sebelum melanjutkan perjalanan.

“Di lokasi ini banyak orang lewat, baik yang menuju Kalsel maupun ke Kaltim. Biasanya mereka berhenti untuk istirahat, makan, atau sekadar minum,” ujar Aji saat ditemui di lokasi.

Tak hanya berfungsi sebagai rest area alami bagi pengendara, kawasan ini juga berkembang menjadi ruang publik bagi masyarakat. Pada akhir pekan atau masa libur, jumlah pengunjung cenderung meningkat. Warga sekitar maupun pelintas sengaja datang menikmati suasana alam, bersantai bersama keluarga, atau sekadar berhenti sejenak menikmati udara pegunungan.

Sebagian pengunjung memanfaatkan area perbatasan sebagai latar berfoto, mengabadikan momen di titik yang menandai pertemuan dua provinsi. Aktivitas ini turut menambah keramaian, sekaligus memberikan dampak ekonomi tidak langsung bagi pedagang lokal.

Dengan karakter alam yang masih terjaga dan aktivitas ekonomi warga yang tumbuh secara alami, kawasan Gunung Halat kini bertransformasi menjadi ruang singgah, ruang sosial, dan sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, sekaligus memberi kenyamanan bagi siapa pun yang melintas di jalur Kalsel-Kaltim. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *