KALTIMVOICE, SAMARINDA – Isu energi baru terbarukan (EBT) makin menjadi isu penting di tengah upaya global menghadapi krisis iklim. Dalam konteks ini, Pemuda Nusantara Goes to Campus hadir sebagai forum untuk membuka ruang diskusi antara akademisi, industri, dan mahasiswa.
Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (28/8/2025) di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Mulawarman, dengan mengangkat tema Peran Universitas dan Industri dalam Membangun SDM serta Inovasi Energi Baru Terbarukan Berbasis Potensi Kalimantan Timur.
Salah satu narasumber ialah Syafruddin, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur.
Legislator asal PKB tersebut menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam mewujudkan transisi energi, khususnya di Kalimantan Timur yang dikenal sebagai daerah penghasil energi fosil sekaligus menyimpan potensi besar untuk pengembangan energi terbarukan.
Menurutnya, mahasiswa dan pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses perubahan energi nasional.
Mereka diharapkan bisa mengambil peran aktif, baik melalui riset, inovasi, maupun gagasan kritis yang mendorong percepatan kebijakan. Dengan begitu, transisi energi tidak hanya bergantung pada pemerintah atau industri, tetapi juga didukung oleh generasi muda yang visioner.
“Pemuda memiliki peran strategis terhadap perkembangan energi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Ke depan, generasi muda harus berkontribusi maksimal untuk mendorong serta mendukung pemerintah dan para pemangku kepentingan agar transisi energi segera terwujud,”ujar Syafruddin.
Ia menegaskan bahwa ketergantungan pada energi fosil tidak bisa lagi dipertahankan. Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, harus mulai beralih pada sumber energi ramah lingkungan yang lebih berkelanjutan.
“Kita tidak boleh terlena dan hanya bergantung pada energi fosil. Peralihan menuju energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan merupakan langkah yang harus segera dilakukan,”tegasnya.
Lebih jauh, Syafruddin juga menyampaikan bahwa peran kampus tidak kalah penting dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan terkait pengembangan energi terbarukan.
“Universitas harus menjadi pusat lahirnya inovasi, sementara pemuda menjadi motor penggerak. Dengan sinergi itu, Kalimantan Timur bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan potensi energi baru terbarukan,”tutupnya.(nisa)