merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemprov Kaltim Tegaskan Gratispol Aman Tanpa Pengurangan

img 20251127 wa0007
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal.(ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa kabar mengenai pemangkasan bantuan pendidikan Program Gratispol hingga batas maksimal Rp5 juta adalah informasi menyesatkan. Isu yang beredar di media sosial tersebut dinilai dapat memicu kesalahpahaman karena dikaitkan dengan wacana pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. “Informasi itu tidak akurat dan tidak dapat dijadikan rujukan,” ujar Faisal.

Ia memastikan bahwa Program Gratispol tetap berjalan sebagaimana biasanya tanpa adanya pengurangan nilai bantuan. Bahkan cakupan program terus diperluas agar semakin banyak mahasiswa di Kaltim yang mendapatkan manfaat.

Untuk 2026, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1,38 triliun untuk mendukung berbagai kategori bantuan Gratispol, yaitu:

Gratispol S1: Rp1.181.973.000.000

Gratispol S2–S3: Rp133.668.000.000

Gratispol Luar Kaltim: Rp12.870.000.000

Gratispol Luar Negeri: Rp14.844.500.000

Gratispol Khusus: Rp34.506.000.000

Operasional Tim Gratispol: Rp2.567.278.861

Alokasi ini menegaskan tidak adanya pemangkasan, justru menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat program pendidikan unggulan tersebut.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menjelaskan bahwa batas maksimal bantuan UKT telah diatur sejak awal program dan tidak pernah mengalami perubahan. Ketentuan yang berlaku mencakup:

Sosial/Humaniora: maksimal Rp5 juta

Eksakta: maksimal Rp7 juta

Farmasi: maksimal Rp8 juta

Kedokteran: maksimal Rp15 juta

S2: maksimal Rp12 juta

S3: maksimal Rp15 juta

“Ketentuan ini merupakan aturan dasar sejak program diluncurkan, bukan kebijakan baru,” tegas Dasmiah.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilah informasi, terutama dari sumber yang tidak kredibel. Pemprov Kaltim memastikan bahwa Program Gratispol tetap berjalan, tidak berkurang, dan terus diperluas sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. (Adv/Diskominfokaltim/ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *