KALTIMVOICE.IDA, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menyesuaikan pola komunikasi pemerintahan dengan perkembangan era digital terus diperkuat. Salah satunya melalui penyelenggaraan Workshop Komunikasi Pemprov Kaltim di Media Digital yang digelar di Gedung Olah Bebaya Kaltim, Kamis (15/1/26).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov Kaltim agar meningkatkan kualitas produksi konten visual sekaligus menyelaraskan strategi komunikasi digital, khususnya pada pengelolaan konten foto dan video pemerintah daerah. Workshop ini diarahkan agar komunikasi publik pemerintah semakin relevan, konsisten, dan adaptif terhadap dinamika media digital.
Workshop difokuskan pada penguatan pemahaman bersama mengenai strategi komunikasi digital, proses pembuatan konten kreatif, hingga tata cara distribusi konten di berbagai platform digital. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan informasi yang disampaikan pemerintah dapat lebih mudah dipahami serta menjangkau masyarakat secara luas.
Kegiatan dibagi ke dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, peserta menerima materi dari dua pemateri, yakni Rizki Kurniawan dan Abdul Aziz, yang membahas aspek teknis dan konseptual pengelolaan konten digital. Sesi kedua dilanjutkan dengan arahan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, serta paparan lanjutan dari praktisi komunikasi politik Irfan Wahid atau yang akrab disapa Gus Ipang. Kegiatan ini diikuti PPID Pelaksana dari instansi, dinas, badan, dan biro di lingkungan Pemprov Kaltim.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menilai workshop ini sebagai momentum penting di awal tahun 2026 untuk memperkuat peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Ia menekankan bahwa fungsi PPID kini mengalami pergeseran seiring tuntutan zaman. “PPID diharapkan mampu memberikan informasi yang baik, membangun relasi komunikasi dengan berbagai pihak, serta merespons secara cepat terhadap pemberitaan media sesuai dengan bidang masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, pengelolaan informasi publik tidak lagi sebatas dokumentasi, melainkan membutuhkan strategi komunikasi yang tepat agar pesan pemerintah dapat diterima secara utuh oleh masyarakat. Sementara itu, Praktisi Komunikasi Politik Irfan Wahid atau Gus Ipang menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi publik di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, tidak semua orang memiliki keterampilan tersebut, padahal peran komunikasi menjadi sangat krusial di era digital.
“Kita ini organisasi besar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur adalah satu kesatuan. Komunikasi terus berubah seiring perkembangan zaman, dan jika tidak adaptif, maka kita akan tertinggal,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) kini menjadi representasi langsung pemerintah di mata publik. Oleh karena itu, setiap bentuk komunikasi harus dibangun secara terstruktur, cermat, dan tepat sasaran agar tidak menimbulkan dampak negatif di ruang digital.
“Sekarang netizen memiliki peran besar dalam membentuk opini publik. Maka dari itu, kemampuan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menyampaikan kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat,” pungkasnya. (yud)