merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemkot Samarinda Tunggu Contoh Material, Perbaikan Tempias Pasar Pagi Didanai CSR Kontraktor

img 20260115 wa0006
Kondisi lantai 7 Pasar Pagi Samarinda yang terdampak tempias hujan beberapa waktu lalu. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Penanganan masalah tempias air hujan di Pasar Pagi Samarinda terus menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Meski keluhan pedagang sudah muncul sejak awal operasional pasar, proses perbaikan belum bisa dimulai karena kontraktor belum menyerahkan contoh material yang akan digunakan sebagai penutup tambahan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani atau Yama, menjelaskan bahwa perbaikan ini tidak bisa diputuskan secara terburu-buru. Pemkot perlu memastikan material yang dipilih cukup kuat menahan tempias air hujan, aman, dan sesuai standar estetika maupun struktur bangunan pasar yang baru direvitalisasi.

Menurut Yama, komunikasi dengan kontraktor sebenarnya sudah dilakukan sejak awal. Namun keputusan teknis baru bisa diambil setelah contoh material diserahkan untuk kemudian dipresentasikan kepada Wali Kota Samarinda.

“Tempias itu sudah kita komunikasikan dengan kontraktor, mereka sudah oke. Hanya saja bahan yang mau dipilihkan ke kami itu belum diberikan contohnya. Saya tidak bisa memutuskan tanpa melihat dulu. Karena nanti bahan itu akan saya bawa ke Pak Wali untuk dipilih,” jelasnya, Kamis (15/1/2026).

Disdag juga menggandeng Dinas PUPR untuk percepatan tahap teknis. Yama menyebut pihak PUPR telah memastikan bahwa contoh material akan diserahkan dalam waktu dekat. “Sampai saat ini bahan itu belum disampaikan. Kemarin saya tanya ke PUPR, mereka bilang dua sampai tiga hari ini akan diberikan contohnya,” katanya.

Selain material fisik, Pemkot juga meminta desain visual dan dokumentasi proyek serupa untuk memastikan penanganan tempias benar-benar efektif. Hal itu penting agar solusi yang dipasang tidak hanya menutup area terdampak, tetapi juga mempertahankan sirkulasi udara dan pencahayaan.

Sejumlah titik di lantai atas maupun sisi bangunan diketahui menjadi area yang paling sering terkena tempias hujan. Karena itu, Pemkot tidak merencanakan penutupan total, melainkan sistem peneduh fleksibel yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.

Yama mengatakan konsep tersebut dinilai paling ideal karena tidak mengganggu struktur permanen pasar. “Bukan ditutup. Bentuknya seperti kanopi yang bisa buka-tutup,” terangnya.

Pendataan titik rawan tempias juga sudah dilakukan Disdag. Penanganan akan mencakup seluruh sisi bangunan yang berpotensi kembali bermasalah saat cuaca ekstrem. “Semua, sampai ke bawah. Kita sudah mendata posisi-posisi yang terbiasa kena tempias. Dari situ nanti akan ditangani satu per satu,” ujarnya.

Yang menarik, perbaikan ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh proses, mulai dari penyediaan material hingga pemasangan, akan dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) kontraktor yang mengerjakan proyek revitalisasi Pasar Pagi.

Yama menyebut bantuan ini diberikan karena persoalan tempias dianggap sebagai tanggung jawab moral pihak kontraktor. “Iya, dananya dari kontraktor. Karena mungkin ini di luar perencanaan awal, tapi mereka mau bantu. Menurut mereka ini bagian dari beban moral yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkot ingin memastikan perbaikan dilakukan dengan benar agar tidak muncul lagi keluhan serupa di masa mendatang, khususnya dari pedagang yang sangat bergantung pada kondisi bangunan. “Kami ingin semua tertangani tuntas supaya kegiatan di Pasar Pagi tidak lagi terganggu saat hujan,” pungkas Yama. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *