merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemkab Kutim Wujudkan Pemerataan Pendidikan Lewat Sekolah Filial di Wilayah Terpencil

img 20251121 wa0004
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono.

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayahnya, termasuk di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Melalui program pembentukan sekolah filial, Pemkab Kutim berupaya mengatasi hambatan akses pendidikan yang selama ini menjadi persoalan utama bagi anak-anak di pedalaman. Senin (10/11/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menyampaikan, sekolah filial merupakan satuan pendidikan di bawah naungan sekolah induk. Meski berada di lokasi berbeda, sistem pembelajarannya tetap sama dengan sekolah utama. “Kita bentuk sekolah filial agar anak-anak di perkampungan jauh tetap bisa belajar tanpa harus menempuh jarak jauh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan sekolah filial dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, tersedianya lahan, jumlah siswa minimal 60 orang, serta urgensi wilayah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan. Apabila sekolah filial telah berkembang dengan baik dan memenuhi syarat tertentu, maka dapat ditingkatkan menjadi sekolah negeri penuh.

Program ini mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP, sementara SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Keberadaan sekolah filial juga mendorong pemerataan tenaga pendidik di seluruh wilayah. “Guru-guru dari sekolah induk dijadwalkan bergilir mengajar di filial agar kualitas pembelajaran tetap terjaga,” tambahnya.

Ia menegaskan, pembangunan sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral pemerintah untuk menjamin hak setiap anak atas pendidikan. “Pembangunan sekolah tidak akan pernah berhenti. Ini tentang memastikan semua anak punya hak yang sama untuk belajar,” tegasnya.

Langkah ini memperlihatkan keseriusan Pemkab Kutim dalam menutup kesenjangan pendidikan antara kota dan pedesaan, sejalan dengan visi daerah untuk mencetak generasi cerdas dan berdaya saing di masa depan. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *