KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat agenda pembangunan sosial melalui tiga program unggulan yang difokuskan pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Semua program ini disusun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim agar menjawab target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta program prioritas Bupati.
Kepala DPPPA Kutim, Idham Cholid, menegaskan, dinasnya tidak memiliki visi misi sendiri, melainkan menjadi pelaksana dari komitmen kepala daerah. “Jadi program unggulannya kita mengikut dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sama program prioritas bupati. Karena dinas kan itu ndak punya visi misi tapi visi misi bupatikan,” jelasnya,Minggu (23/11/2025).
Tiga program yang dimaksud meliputi, percepatan Kabupaten Layak Anak (KLA), pengarusutamaan gender, dan perlindungan khusus bagi anak. Setiap program dirancang dengan pendekatan kebijakan yang menyatu dalam perencanaan pembangunan daerah.
Pada aspek gender, Pemkab Kutim menegaskan, pemahaman kesetaraan harus ditempatkan dalam konteks pemberdayaan, bukan penyamaan peran. “Kesetaraan itu bukan berarti sama yah tapi fungsinya perannya ditingkatkan, jadi peran perempuan bisa lebih optimal,” ujarnya.
Sementara itu, pada bidang perlindungan anak, DPPPA memberikan layanan pendampingan kasus secara menyeluruh. “Dan program perlindungan kepada anak-anak yang terkena kasus kekerasan, pendampingan pengawalan sampai proses hukumnya,” katanya.
Dengan integrasi tiga program besar ini, Pemkab Kutim ingin memastikan, isu perempuan dan anak tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari arsitektur pembangunan jangka panjang. Pemerintah berharap implementasi intensif program ini mampu meningkatkan status KLA, memperkuat kesetaraan gender, serta menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah. (adv/diskominfokutim/yud)