KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa pemanfaatan program tol laut tidak akan optimal tanpa percepatan penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan. Infrastruktur pelabuhan yang belum sepenuhnya berfungsi membuat Kutim belum dapat menikmati penurunan biaya distribusi yang dijanjikan pemerintah pusat melalui trayek tol laut. Jumat (14/11/25).
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menyampaikan, pelabuhan adalah titik vital dalam rantai logistik. “Tol laut sudah ada kapalnya, sudah ada trayeknya. Tapi kalau pelabuhan kita belum siap seratus persen, maka distribusinya tidak bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Menurut Dony, progres Pelabuhan Kenyamukan telah mencapai sekitar 80 persen. Namun sejumlah fasilitas pendukung belum siap, termasuk area bongkar muat, akses transportasi darat, dan sistem logistik terpadu. Tanpa itu semua, kapal tol laut akan kesulitan melakukan distribusi langsung ke Kutim.
“Begitu pelabuhan siap, barang dari Surabaya bisa masuk langsung ke Kutim tanpa harus transit di Bontang atau Samarinda. Ini akan menghemat biaya besar,” katanya.
Selama ini, Kutim bergantung pada pasokan luar daerah dengan struktur distribusi berlapis yang memicu harga bahan pokok tetap tinggi. Dengan operasional penuh Pelabuhan Kenyamukan, rantai distribusi bisa dipangkas sehingga harga lebih stabil.
“Pelabuhan itu bukan hanya infrastruktur, tapi solusi langsung terhadap mahalnya harga barang,” tegasnya.
Pemerintah daerah kini berkoordinasi intensif dengan kementerian terkait agar pelabuhan dapat segera dioperasikan maksimal. Targetnya, pada 2026 tol laut dapat dimanfaatkan penuh. (adv/diskominfokutim/yud)