KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai melakukan lompatan baru dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menghadirkan sistem penilaian berbasis 360 derajat. Sistem ini dianggap sebagai inovasi penting untuk menciptakan mekanisme penilaian kinerja yang lebih objektif, transparan, dan menyeluruh.
Berbeda dengan metode konvensional, sistem ini melibatkan penilaian tidak hanya dari atasan langsung, tetapi juga rekan kerja dan bawahan. Kepala Bidang Pembinaan ASN Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Adisurya, menekankan pentingnya kolaborasi pada birokrasi.
“Kita semua menyadari, organisasi pemerintah tidak dapat berjalan hanya dengan kerja individu. Kolaborasi dan kerja sama tim menjadi kunci dalam mencapai target organisasi,” kata Adisurya, Kamis (18/9/25).
Menurutnya, sistem penilaian ini akan menghasilkan gambaran yang lebih adil dan akurat mengenai kinerja serta perilaku kerja ASN. Hasil penilaian kemudian dipakai memetakan talenta pegawai, sekaligus menjadi dasar dalam pengembangan kompetensi, penghargaan, hingga pembinaan karir.
Tak hanya itu, pencatatan penugasan tim kerja juga menjadi salah satu indikator penting. Data yang tercatat bukan sekadar formalitas administratif, tetapi bukti nyata kontribusi ASN pada pencapaian target organisasi.
Kegiatan sosialisasi yang melibatkan seluruh perangkat daerah, peserta diberikan pemahaman teknis terkait cara pengisian kuesioner penilaian 360 derajat dan mekanisme pencatatan penugasan tim kerja. “Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari transformasi. Kita ingin menciptakan ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tegasnya.
Dengan penerapan sistem ini, Pemprov Kaltim berharap talenta ASN dapat terlihat lebih jelas. Mereka yang berprestasi akan diberi ruang untuk berkembang, sementara yang membutuhkan pembinaan akan mendapat pendampingan yang lebih tepat sasaran. (yud)