KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus melangkah mantap menuju target 100 persen Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air sembarangan. Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, Kecamatan Kaliorang menjadi wilayah terbaru yang dideklarasikan bebas ODF, menyusul sejumlah kecamatan lain yang telah lebih dulu mencapai status serupa.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebut pencapaian ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor dan partisipasi masyarakat. “Kita tidak hanya membangun jamban, tapi juga mengubah cara pandang masyarakat agar kebersihan menjadi kebutuhan,” ujarnya,Sabtu (22/11/25)
Program ODF di Kutim dilaksanakan melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, camat, kepala desa, dan kader posyandu, menggunakan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Fokus utamanya bukan pada bantuan infrastruktur, melainkan edukasi, pendampingan, dan perubahan perilaku warga.
“Prinsipnya bukan memberi bantuan langsung, tapi mendorong kesadaran dan gotong royong warga,” tegas Sumarno.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan seluruh kecamatan di Kutim bebas ODF pada tahun 2026, dengan capaian 100 persen sanitasi layak pada 2027. Dinas Kesehatan juga memperkuat sistem pengawasan dengan menempatkan petugas kesehatan lingkungan di setiap puskesmas.
“Sanitasi yang baik berdampak langsung pada penurunan kasus diare, stunting, dan penyakit berbasis lingkungan. Karena itu, ODF adalah pintu masuk menuju masyarakat yang sehat,” katanya.
Langkah Kutim ini menjadi bukti komitmen daerah dalam mendukung program Kalimantan Timur Sehat dan agenda nasional Indonesia Sehat 2045, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya tentang fasilitas, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. (adv/diskominfokutim/yud)