merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kutim Bangun Kerja Sama Pasokan Antarwilayah, MoU dengan Surabaya dan Sulawesi Segera Diteken

whatsapp image 2025 11 21 at 12.54.26 38c95d7e
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady (yud/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah strategis untuk memperkuat stabilitas pasokan barang pokok. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah menyiapkan kerja sama resmi dengan agen pemasok besar dari Surabaya, Sulawesi, dan Samarinda. Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) direncanakan berlangsung tahun ini, dan akan menjadi fondasi baru dalam pengelolaan distribusi barang ke Kutim. Jumat (14/11/25).

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menyebut kerja sama ini sebagai terobosan penting. “Kutim ini daerah konsumen. Sumber daya kita bukan di produksi, tapi di distribusi. Karena itu, kerja sama dengan pemasok besar adalah kunci,” ujarnya.

Kutim selama ini sangat bergantung pada pasokan luar daerah. Pola distribusi yang tidak terencana kerap menyebabkan ketidakpastian suplai, terutama pada komoditas seperti beras, minyak, gula, dan tepung. Melalui MoU tersebut, pemasok dari Surabaya dan Sulawesi akan mengalokasikan suplai khusus untuk Kutim sehingga pasokan lebih terjamin.

“Dengan sistem terencana, kita bisa memastikan stok beras, minyak, gula, dan komoditas lain tidak terputus,” kata Dony.

Kutim termasuk salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang dinilai Kementerian Dalam Negeri siap melakukan kerja sama pasokan lintas wilayah. Dengan status tersebut, Kutim mendapat lampu hijau untuk membangun hubungan dagang formal yang sebelumnya hanya berjalan secara informal.

Kerja sama ini bukan hanya bertujuan menjaga ketersediaan barang, tetapi juga meminimalkan fluktuasi harga. Dony menegaskan bahwa kepastian suplai dapat mengurangi potensi spekulasi pasar. “Kepastian pasokan itu pondasi harga stabil. Kalau barang ada, kepanikan berkurang, pedagang tidak bermain harga,” tegasnya.

Pemerintah berharap sistem pasokan baru ini mulai berjalan penuh pada 2026 dan dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *