merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kukar Perkuat Pos Terpadu Karhutla, Bupati Aulia Pastikan Dukungan Logisti

2.jpg
Bupati Kukar Pimpin Rakor Terpadu Penanganan Kekeringan dan Karhutla (Foto: vv/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri di Command Center Diskominfo Kukar, Rabu (26/8/2026).

Rakor dihadiri Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, Kapolsek, Danramil, hingga berbagai pemangku kepentingan. Hasilnya, Pemkab Kukar menyepakati penguatan pos terpadu dari tingkat desa hingga kabupaten serta pemenuhan kebutuhan logistik bagi petugas pemadam di lapangan.

“Untuk jangka pendek, kita membantu pos terpadu dan memenuhi kebutuhan mendesak teman-teman di lapangan, seperti logistik dan BBM,” ujar Aulia.

Ia juga meminta setiap keberhasilan pemadaman dipublikasikan melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi terhadap petugas dan relawan yang terlibat.

Menurut Aulia, meski citra satelit mendeteksi sejumlah titik panas, hasil verifikasi di lapangan menunjukkan titik yang benar-benar memerlukan penanganan diperkirakan kurang dari 50 lokasi. Pemkab juga menggandeng perusahaan perkebunan dan pertambangan yang memiliki armada pemadam untuk memperkuat respons.

Selain karhutla, Pemkab Kukar mengantisipasi dampak kekeringan terhadap pertanian dengan mempercepat penanganan pengairan di sejumlah wilayah. Aulia optimistis langkah tersebut dapat mencegah gagal panen.

“Kita berharap tidak ada gagal panen akibat persoalan pengairan,” tegasnya.

Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober, bahkan berpotensi berlanjut sampai November, Pemkab Kukar turut mengimbau masyarakat melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan.

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *