merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kontras! Nikmati Suasana Santai tapi Bau Sampah, Warga Pertanyakan Taman ‘Tetanggaan’ dengan TPS

img 20260119 wa0011
Potret taman yang berada bawah Jembatan Mahakam tepatnya di Kelurahan Sungai Keledang, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang letaknya berdampingan dengan TPS. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Kehadiran taman modern di bawah Jembatan Mahakam tepatnya di Kelurahan Sungai Keledang, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, menuai beragam respons dari warga. Ruang terbuka hijau yang dibangun dengan konsep minimalis itu berdiri berdampingan dengan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai perencanaan tata ruang yang dianggap kurang harmonis.

Taman yang dihiasi elemen pencahayaan dan kursi duduk ini sebenarnya mampu menghadirkan suasana baru di kawasan Sungai Keledang. Namun, jaraknya yang hanya beberapa puluh meter dari TPS membuat aroma sampah kerap tercium pada waktu tertentu.

Situasi ini menjadi sorotan warganet setelah foto dan video pengguna yang mengeluhkan bau menyengat ramai dibagikan di media sosial. Pada pantauan sore hari, taman mulai dipadati warga karena suasana lebih teduh dibanding siang hari yang cukup panas. Anak-anak terlihat berlarian di sejumlah titik, sementara beberapa pengunjung memilih duduk sambil menikmati pemandangan Sungai Mahakam dari kejauhan.

Yumna (8), salah satu pengunjung, mengaku hampir setiap hari bermain di taman tersebut. Ia menyukai suasananya, tetapi tak jarang memilih menjauh dari area yang dekat dengan TPS. “Suka main di sini, tapi kalau baunya datang kami biasanya pindah ke tempat yang agak jauh,” kata Yumna, Senin (19/1/2026).

Linda (15), warga sekitar yang berjualan es di dekat lokasi, juga merasakan hal serupa. Ia menilai pembenahan kawasan sangat membantu menghidupkan aktivitas warga, tetapi keberadaan TPS menjadi satu-satunya hal yang masih mengganggu. “Tamannya bagus, cuma posisinya yang dekat TPS itu bikin orang bertanya-tanya,” ujar Linda.

Ia menambahkan, taman akan lebih menarik jika dilengkapi wahana bermain anak. Ia menyebut perosotan dan ayunan sebagai dua fasilitas yang paling sering ditanyakan pembeli maupun keluarga yang datang berkunjung.

Abdul, warga Karang Asam yang datang untuk pertama kalinya, menilai desain taman cukup modern. Namun menurutnya, kenyamanan pengunjung tetap bergantung pada titik lokasi mereka berdiri. “Di sisi ini tidak tercium bau apa-apa, tapi kalau dekat parkiran mungkin beda,” ungkapnya.

Meski taman di Bung Tomo kini menjadi alternatif warga untuk bersantai, sejumlah pengunjung berharap penataan kawasan tidak berhenti hanya pada pembangunan taman. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan relokasi atau penataan ulang TPS. Sebab, keberadaan dua fungsi yang kontras itu dinilai membuat estetika lingkungan tidak maksimal.

Seorang warga yang ditemui di lokasi menyampaikan harapan sederhana, “Kalau bisa TPS-nya digeser atau ditata ulang, biar tamannya benar-benar nyaman buat semua orang,” tuturnya.(ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *