KALTIMVOICE.IDA, SAMARINDA – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola komunikasi publik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun terus memperkuat kapasitas aparatur melalui Workshop Komunikasi Pemprov Kaltim di Media Digital sebagai upaya membangun komunikasi yang efektif, adaptif, dan beretika.
Workshop tersebut menjadi ruang pembekalan bagi aparatur pemerintah agar mampu memahami dinamika komunikasi publik di era digital, sekaligus merespons perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi. Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah peran Perangkat Daerah (PD) yang kini dipandang sebagai representasi langsung pemerintah di ruang digital.
Pakar komunikasi politik sekaligus konsultan branding, Irfan Wahid atau Gus Ipang, menilai bahwa setiap Perangkat Daerah secara tidak langsung menjadi “etalase pemerintah” di hadapan publik. Menurutnya, berbagai program dan kinerja pemerintah tidak akan memiliki dampak luas apabila tidak diiringi dengan narasi yang tepat.
“Kesalahan kecil bisa menjadi krisis. Netizen hari ini sangat berpengaruh, bahkan kita sudah masuk era post-truth, di mana emosi sering lebih dipercaya daripada fakta,” ujarnya di Gedung Olah Bebaya, Kamis (15/1/2026).
Dalam paparannya, Gus Ipang mendorong agar penyampaian informasi pemerintah dilakukan dengan pendekatan yang lebih membumi dan dekat dengan realitas masyarakat. Ia menekankan pentingnya menurunkan ego institusional, memperjelas dampak kebijakan, serta mengemas pesan secara ringan dan menarik agar mudah diterima publik.
Selain itu, ia juga menyoroti peran storytelling sebagai elemen penting dalam pengelolaan siaran pers maupun konten media sosial pemerintah. Menurutnya, cara bertutur yang tepat dapat membantu masyarakat memahami substansi kebijakan dan merasakan manfaat nyata dari program pemerintah.
“Media sosial Perangkat Daerah harus diisi informasi yang berdampak dan disampaikan secara kreatif, bukan sekadar ucapan seremonial,” pungkasnya.
Melalui workshop ini, Pemprov Kaltim berharap kualitas komunikasi publik di lingkungan pemerintah daerah semakin meningkat, sehingga kebijakan dan program pembangunan dapat tersampaikan secara utuh, transparan, dan membangun kepercayaan masyarakat di tengah tantangan era digital. (yud)