merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kemitraan Jadi Penyangga Petani di Tengah Turunnya Harga Sawit Kaltim

img 20260120 wa0003
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada periode 1-15 Januari 2026 kembali menjadi perhatian, terutama bagi petani sawit di Kalimantan Timur. Setelah sempat bergerak stabil, harga TBS kini terkoreksi mengikuti tren penurunan harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasar.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, menjelaskan, koreksi harga tersebut terjadi hampir di seluruh perusahaan sumber data yang menjadi acuan penetapan harga TBS di daerah.

“Penurunan ini tentu berdampak pada harga TBS yang diterima petani sawit di Kaltim,” ujar Muzakkir dalam keterangan resmi, Senin (19/1/26).

Pada periode penetapan harga tersebut, harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp 13.921,45 per kilogram, sementara harga kernel berada di angka Rp 10.801,46 per kilogram. Kondisi ini kemudian berpengaruh langsung terhadap besaran harga TBS berdasarkan umur tanaman sawit.

Muzakkir merinci, TBS dari tanaman sawit berumur 3 tahun ditetapkan seharga Rp 2.796,53 per kilogram. “Di umur 4 tahun diharga Rp 2.982,53 kg, umur 5 tahun seharga Rp 3.000,36 per kg. Selanjutnya umur 6 tahun Rp 3.032,69 per kg,” sebutnya.

Harga TBS selanjutnya untuk tanaman umur 7 tahun ditetapkan sebesar Rp 3.051,04 per kilogram, umur 8 tahun Rp 3.073,92 per kilogram, umur 9 tahun Rp 3.138,69 per kilogram, dan umur 10 tahun mencapai Rp 3.175,54 per kilogram.

Ia menegaskan, daftar harga tersebut merupakan standar harga resmi bagi petani sawit yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur, khususnya petani plasma.

Menurut Muzakkir, kemitraan antara kelompok tani dan pihak pabrik minyak sawit (PMS) menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Melalui kerja sama tersebut, harga TBS diharapkan tetap berada pada level wajar dan tidak mudah dipermainkan oleh tengkulak.

Dengan adanya pola kemitraan yang berkelanjutan, kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit di Kalimantan Timur diharapkan tetap terjaga meskipun harga sawit di pasar global mengalami fluktuasi. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *