desain sukseskan kukar idaman terbaik

Kekeringan Ganggu Distribusi Pangan Mahulu, Beras Long Apari Tembus Rp34 Ribu per Kilogram

whatsapp image 2026 08 11 at 00.10.13
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mahakam Ulu, Anatolius Bahalan Tigang (Foto: Orys/Kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, MAHAKAM ULU – Kekeringan yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu sejak Juli hingga Agustus 2026 mulai berdampak pada distribusi dan harga sejumlah bahan pangan di wilayah pedalaman, khususnya Long Apari dan Long Pahangai.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mahakam Ulu, Anatolius Bahalan Tigang, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan kenaikan harga sejumlah bahan pangan strategis maupun nonpangan akibat terganggunya jalur distribusi.

“Jadi kekeringan yang terjadi di Mahakam Ulu itu mulai dari bulan Juli hingga Agustus ini. Jadi terjadi kenaikan beberapa harga bahan pangan strategis maupun nonpangan yang sangat menyulitkan masyarakat di sana karena terganggu jalur distribusi,” ujar Anatolius, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, jalur distribusi pangan di Mahakam Ulu mayoritas mengandalkan transportasi sungai. Ketika debit air surut atau sungai menjadi dangkal, ruang gerak distribusi pun ikut terbatas.

Dampaknya terlihat dari harga beras premium di Long Apari yang kini mencapai Rp34 ribu per kilogram. Anatolius memperkirakan harga tersebut masih berpotensi naik apabila kondisi kekeringan terus berlangsung.

“Beras premium saat ini di Long Apari sudah mencapai harga Rp34.000 per kilo. Itu tetap terjadi kenaikan, akan terjadi terus karena kondisinya akan terus kering seperti ini,” jelasnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada kebutuhan energi. Harga gas 12 kilogram disebut mencapai Rp800 ribu, sementara gas 3 kilogram yang seharusnya bersubsidi mencapai sekitar Rp250 ribu.

Untuk BBM, masyarakat di Long Apari juga menghadapi pembatasan pasokan di APMS. Warga harus menggunakan sistem nomor antrean, bahkan sebagian terpaksa datang sejak subuh untuk mendapatkan BBM yang dibutuhkan bagi aktivitas sehari-hari.

“Mereka sangat membutuhkan BBM untuk kegiatan aktivitas mereka sehari-hari. Seperti pergi ke kebun, ke ladang, dan ke aktivitas lainnya,” katanya.

Sementara itu, harga BBM eceran disebut berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp35 ribu per liter dan masih menunjukkan tren kenaikan seiring kondisi kekeringan.

Anatolius mengatakan berdasarkan data yang dibaca dari BMKG, kondisi kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga September. Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tengah memperhitungkan langkah intervensi untuk menjaga kondisi pangan dan distribusi masyarakat.

“Dari data BMKG yang kami baca itu kemungkinan hingga bulan September. Nanti akan lumayan lama ini masih,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah masih melakukan perhitungan mengenai langkah yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan menjaga kondisi masyarakat di wilayah terdampak. (mzhra/Adv4/mahakamulu)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *