KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Imbauan ini menyusul kebakaran yang berulang terjadi di sejumlah wilayah Kukar dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Selasa (13/10/2026) malam.
Menurut Kepala Dinsos Kukar Rinda Desianti, kebakaran terjadi berulang dalam rentang waktu yang berdekatan. Sebelum kebakaran di Loa Ipuh, peristiwa serupa terjadi di kawasan Separe, Kelurahan Melayu, hingga Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai.
Rangkaian kebakaran tersebut pun menjadi perhatian Dinsos Kukar karena kebakaran seolah-olah terjadi hampir setiap pekan. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama dalam mengantisipasi sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
“Saya ini sedih juga ya karena setiap minggu terjadi kebakaran. Sebelum Tenggarong itu kan Separe. Setiap minggu itu pasti ada,” kata Rinda di Tenggarong, Rabu (14/10/2026).
Ia menyebutkan bahwa kebakaran di kawasan Melayu dan Muara Muntai Ulu terjadi sebelum musibah terbaru di Loa Ipuh, Tenggarong. Bahkan, ketika penanganan kebakaran di Muara Muntai mulai selesai, kebakaran kembali terjadi di wilayah Tenggarong.
Sebagai gambaran, kebakaran di kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, terjadi pada Senin sore (5/10/2026). Peristiwa tersebut berdampak pada puluhan rumah warga dan menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal.
Selanjutnya, kebakaran terjadi di Desa Muara Muntai Ulu pada Jumat (9/10/2026), sebelum kebakaran kembali melanda permukiman di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, pada Selasa (13/10/2026) malam.
Kebakaran di Loa Ipuh mengakibatkan 11 rumah terdampak. Peristiwa tersebut juga menelan korban jiwa, yakni dua anak berusia 7 tahun dan 3 tahun, sementara seorang pria mengalami luka bakar dan mendapatkan perawatan medis.
Rinda pun menilai, warga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Ia mengingatkan warga agar tidak mengabaikan langkah pencegahan sederhana di rumah, khususnya terkait penggunaan peralatan listrik.
Salah satu hal yang ditekankan Rinda adalah kebiasaan untuk memeriksa dan mencabut sambungan listrik setelah peralatan elektronik selesai digunakan.
Masyarakat kata dia, sebaiknya tidak membiarkan peralatan listrik tetap terhubung ke sumber listrik jika sudah tidak digunakan. Langkah sederhana tersebut perlu menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran di lingkungan permukiman.
“Jadi saya cuma minta masyarakat untuk waspada. Banyak kebakaran ini di tengah-tengah El Nino, kekeringan ini kan, segala sesuatu bisa terjadi. Jadi perhatikan, misalnya listrik. Listrik itu jangan tetap dicolok. Habis digunakan ya dicabut sebaiknya,” tutupnya.
(Ln/Adv84/Kukar)