merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kaltim Matangkan Arah Menuju Desa Pintar

f7d5badd 4553 4118 8d65 6b7d18ae3972
Rapat Koordinasi Pengembangan Layanan Publik dan Digital Marketing.

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Wajah desa di Kalimantan Timur kini terus bertransformasi. Desa tidak lagi identik dengan layanan administrasi manual dan pelayanan yang memakan waktu lama. Melalui konsep Smart Village, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong desa menjadi lebih cerdas, cepat dan terkoneksi secara digital sebagai arah baru pembangunan desa.

Arah kebijakan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Layanan Publik dan Digital Marketing yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto, Selasa (10/02/2026).

Puguh menyampaikan bahwa Smart Village atau Desa Pintar bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan menjadi pondasi penting agar desa mampu tumbuh dan berkembang seiring perubahan zaman. Salah satu penopang utamanya adalah ketersediaan internet desa yang saat ini terus diperluas.

“Smart Village ini berkaitan langsung dengan program Kaltim, yaitu internet gratis desa. Saat ini sudah ada 841 desa di Kalimantan Timur yang terlayani,” kata Puguh.

Rapat ini menjadi ruang diskusi bersama untuk menghimpun masukan dari berbagai sektor. Di antaranya DPMPD Kaltim, Diskominfo Kaltim, DPPKUKM Kaltim, serta mitra strategis penyedia jasa layanan telekomunikasi.

Kolaborasi tersebut bertujuan agar pengembangan desa digital tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dan kondisi riil masyarakat desa. Dari sisi Diskominfo Kaltim, pengembangan desa digital dipandang penting untuk mendorong keterbukaan informasi publik di tingkat desa.

Digitalisasi diharapkan dapat memperkuat transparansi pemerintahan desa, memudahkan akses informasi bagi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik melalui sistem informasi yang terbuka dan mudah diakses.

Sementara itu, DPPKUKM Kaltim menyoroti pentingnya penguatan digital marketing desa, khususnya melalui kemasan produk yang lebih kekinian dan sesuai dengan selera pasar. Produk unggulan desa dinilai perlu didukung dengan desain kemasan yang menarik agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk di platform digital.

Pengembangan Desa Cerdas ini juga sejalan dengan Permendesa Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, yang menegaskan bahwa kegiatan Smart Village dilaksanakan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu sektor prioritas dalam mendorong pencapaian SDGs Desa.

Adapun indikator Smart Village meliputi Smart People, Smart Living, Smart Environment, Smart Government, Smart Economy, dan Smart Mobility, yang menjadi pilar pembangunan desa yang cerdas dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Puguh menjelaskan bahwa Kaltim sebenarnya telah cukup lama melangkah menuju desa cerdas melalui pengembangan desa digital.

Tahun ini, DPMPD Kaltim kembali mendorong penguatan layanan administrasi desa berbasis digital yang ke depan akan terintegrasi dalam Super App Kaltim, Satu Akses Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas (SAKTI Gemas).

Menurutnya, layanan digital ini diharapkan mampu membuat urusan administrasi desa menjadi lebih praktis, cepat, dan transparan, sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan tanpa harus datang berulang kali ke kantor desa.

Tak hanya soal pelayanan, rapat ini juga menegaskan pentingnya promosi dan pemasaran digital desa. Setiap tahun, desa-desa di Kaltim rutin mengikuti lomba untuk memasarkan produk unggulan masing-masing, mulai dari UMKM, hasil pertanian, hingga potensi wisata desa. Program Desa Digital Kaltim sendiri kerap menorehkan prestasi di berbagai ajang.

Namun Puguh menegaskan, ke depan keberhasilan tersebut tidak boleh hanya dinikmati oleh desa-desa tertentu saja, melainkan harus berdampak merata di seluruh desa di Kaltim. “Harapan kami, desa yang sudah berhasil bisa berbagi pengalaman ke desa lain. Jadi bukan hanya beberapa desa yang unggul, tapi kemajuan bisa dirasakan bersama,” ujarnya.

Dengan tersedianya internet desa, Puguh berharap pemanfaatannya dapat lebih produktif dan berdampak langsung pada pembangunan desa, baik dalam peningkatan kualitas pelayanan administrasi maupun mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kolaborasi lintas sektor dan dukungan infrastruktur akan terus diperkuat, penerapan Smart Village di Kaltim diharapkan tidak hanya menghadirkan layanan digital, tetapi juga benar-benar mengubah cara desa melayani warganya dan mengelola potensi yang dimiliki. Dengan pemanfaatan internet desa secara produktif, Smart Village diyakini mampu menjadi penggerak lahirnya desa-desa yang lebih mandiri, terbuka, dan berdaya saing. (kaltimprov.go.id)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *