KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Grand Opening Fourty Five Biliar yang digelar bersamaan dengan turnamen Sangatta Open Handicap pada 10-16 November 2025 menjadi momen penting bagi perkembangan olahraga di Kutai Timur. Acara yang berlangsung di Jalan Nusantara, Sangatta Utara ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan. Senin (10/11/2025).
Basuki menilai bertambahnya fasilitas olahraga merupakan langkah besar bagi pembinaan atlet dan penguatan ekosistem olahraga lokal. “Kita syukuri semakin banyak tempat orang-orang yang mau berkontribusi untuk memajukan olahraga di Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan sarana berkualitas turut memacu semangat atlet. “Tempatnya bagus, harapan kita anak-anak juga bisa bagus. Mereka nanti butuh bertanding ke tempat yang bagus, jadi kalau terbiasa, mereka siap di event mana pun,” ungkapnya.
Kadispora juga menyoroti multifungsi fasilitas olahraga yang selain mendorong prestasi, juga menggerakkan ekonomi masyarakat. “Selain olahraga, ini juga memacu pergerakan perekonomian. Dan ini harus ditangkap sebagai peluang besar bagi kita,” tegasnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pengelola Fourty Five Biliar dan komunitas olahraga yang sudah bergerak memajukan cabang biliar di Kutim.
Ketua KONI Kutim Rudi Hartono, juga memandang turnamen ini sebagai ajang uji coba penting menjelang Pra Porprov pada 1 Desember. “Kesempatan ini ajang coba agar di Pra Porprov nanti kita bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya,” kata Rudi.
Ia mengingatkan bahwa cabor biliar adalah penyumbang medali besar sebelumnya. “Porprov Berau, kita dapat 4 emas, 5 perak, 3 perunggu.”
Ketua POBSI Kutim, Narto Bulang, menambahkan bahwa turnamen sekaligus grand opening ini menjadi momen strategis mempersiapkan atlet menuju Pra Porprov. “Harga mati, tim harus juara umum di Paser,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya pembinaan usia dini karena batas usia atlet dibatasi maksimal 30 tahun.
Pelatih biliar Kutim, Bambang, menutup dengan menyebut, turnamen ini menawarkan hadiah total Rp245 juta, terbesar yang pernah digelar di Kutim. Ia berharap keberadaan venue baru ini akan melahirkan bibit muda. “Harapannya timbul bibit-bibit muda untuk jadi atlet Kutim dan Kaltim,” katanya. (adv/diskominfokutim/yud)