KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalimantan Timur (Kaltim) langsung tancap gas usai memilih ketua baru dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) V yang digelar di Hotel Bumi Senyiur, Jalan Pangeran Diponegoro, Samarinda, Kamis (4/9/25) malam.
Syaparuddin, Steering Committee Muswil V, dalam konferensi pers di Caffe Hayyu, Jalan M. Yamin, Samarinda, Jumat (5/9/25), menyampaikan lima fokus utama program kerja IKA PMII Kaltim. Lima agenda tersebut meliputi:
- Situasi politik kebangsaan hari ini.
- Politik dan kepemimpinan daerah.
- Pendidikan dan kualitas SDM.
- Perubahan iklim dan tata kelola SDA berkeadilan.
- Penguatan ekonomi masyarakat Kaltim.
“Seluruh rakyat dan warga bangsa, khususnya di Kaltim, harus bahu-membahu, saling mendukung, dan menjaga persaudaraan. Jangan terprovokasi ajakan maupun aksi yang merugikan kepentingan umum,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran partai politik dalam menghadirkan teladan moral, memperkuat pendidikan politik, serta membangun kultur politik berkeadaban. Menurutnya, demokrasi tidak boleh berhenti pada ritual lima tahunan, melainkan tumbuh sebagai instrumen peradaban.
Terkait peningkatan kualitas SDM, Syaparudin mendorong agar nilai budaya dan kearifan lokal diintegrasikan pada pendidikan karakter. Hal ini, katanya, penting agar membina generasi muda yang beretos kerja, disiplin, inovatif, dan berjiwa kepemimpinan berlandaskan nilai keindonesiaan dan keislaman.
Di bidang lingkungan, ia mengimbau masyarakat Kaltim turut menahan laju percepatan perubahan iklim dengan pola hidup cinta lingkungan serta aktif mencegah kerusakan SDA.“Tambang batu bara ilegal masih terus beroperasi di sekitar kita. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ucapnya. Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim agar segera melakukan hilirisasi pengelolaan SDA dengan membangun industri pengolahan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah daerah dinilai perlu lebih serius mengembangkan pariwisata berbasis alam dan budaya lokal serta memperkuat produk kreatif masyarakat, mulai dari kuliner, cendera mata, hingga kerajinan khas Kaltim. (yud)