merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Hari Bela Negara ke-77, Kaltim Tekankan Ketangguhan Hadapi Tantangan non-Konvensional

img 20251219 wa0070
Gabungan Personil TNI, POLRI, Satpol PP dan ASN yang mengikuti upacara Hari Bela Negara (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 di Kalimantan Timur dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai ruang refleksi bersama agar memperkuat kesiapan daerah menghadapi tantangan bangsa yang kian kompleks. Upacara yang digelar di halaman Hotel Atlet, Kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda ini menegaskan, makna bela negara kini tidak lagi terbatas pada aspek fisik dan militer, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ideologi, dan moral masyarakat. Jumat (19/12/2025).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam amanat tersebut, Presiden menekankan, Hari Bela Negara harus menjadi momentum penguatan kesadaran kolektif, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Presiden menggaris bawahi, bela negara merupakan sikap dan perilaku yang lahir dari kecintaan terhadap tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Nilai tersebut, menurutnya, harus diwujudkan pada tindakan nyata sesuai peran dan profesi masing-masing warga negara, baik sebagai aparatur pemerintah, pelajar, pekerja, maupun bagian dari masyarakat luas.

Amanat Presiden juga menyoroti perubahan karakter ancaman terhadap bangsa. Tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan dinilai semakin beragam dan bersifat nonkonvensional, mulai dari dinamika geopolitik global, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga derasnya arus informasi yang rawan disalahgunakan. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan serta ketangguhan seluruh elemen bangsa, termasuk di daerah.

Dalam konteks tersebut, Kalimantan Timur dipandang memiliki peran strategis sebagai salah satu wilayah penopang masa depan Indonesia. Penguatan semangat bela negara di daerah menjadi bagian penting agar menjaga stabilitas nasional. Nilai-nilai persatuan, pengorbanan, dan keteguhan yang diwariskan para pejuang dari berbagai daerah di Indonesia disebut sebagai fondasi utama yang harus terus dirawat.

Sri Wahyuni menegaskan, bela negara di era saat ini dapat diwujudkan melalui kontribusi positif dalam pembangunan, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui berbagai program edukatif dan partisipatif.

Upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Kaltim juga dirangkai dengan penyerahan hadiah lomba baris-berbaris tingkat SMP/sederajat hingga SMA/SMK/MA dan klub, yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kaltim. SMA Negeri 1 Samarinda keluar sebagai Juara Umum dan menampilkan atraksi baris-berbaris, sekaligus menjadi simbol peran generasi muda dalam menjaga dan meneruskan semangat bela negara. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *