KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat tren positif dalam penjualan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Harga di sejumlah titik penjualan justru berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), memberikan ruang lebih lapang bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk tetap memiliki akses beras terjangkau.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menjelaskan, harga beras SPHP untuk kemasan 5 kilogram kini berada di kisaran Rp62.000-Rp65.000 atau sekitar Rp12.400-Rp13.000 per kilogram. “Pedagang banyak yang menjual di bawah HET. Mereka melihat SPHP sebagai barang yang cepat laku sehingga mengambil margin tipis pun tetap menguntungkan,” katanya, Sabtu (15/11/2025).
Menurut Dony, percepatan perputaran barang membuat pedagang tidak perlu mengambil keuntungan besar per satuan. Tingginya permintaan dari pelaku usaha kuliner seperti pedagang nasi goreng, warung makan, hingga penjual sarapan turut menjaga arus keluar-masuk barang tetap stabil.
“Pedagang kecil dan UMKM adalah pembeli terbesar SPHP. Karena perputarannya cepat, pedagang lebih nyaman menjual di harga rendah,” ujarnya.
Disperindag Kutim memantau 28 pedagang SPHP di Sangatta Utara dan Selatan setiap hari. Pengawasan meliputi harga, stok, kualitas beras, hingga memastikan bahwa beras SPHP tidak dicampur atau dijual kembali sebagai beras premium. “Kami ingin menjaga kepercayaan konsumen. SPHP harus dijual apa adanya,” tegas Dony.
Menjelang Natal dan Tahun Baru, pemerintah menargetkan stabilitas harga tetap terjaga. Stok SPHP akan diperbanyak untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi. Dengan tren harga lebih rendah dari HET, pemerintah berharap stabilitas pasar tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga pangan nasional. (adv/diskominfokutim/yud)