merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Gubernur Kaltim Datang Cium Tangan, Begini Titah Sultan Kutai Soal Penghormatan terhadap Adat dan Budaya

whatsapp image 2026 01 15 at 19.59.32
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud bersama istri saat silaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong.(adpim/pemprov)

KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Harum), melakukan kunjungan silaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Kamis (15/1/2026). Kedatangan Gubernur Harum yang didampingi istri, Sarifah Suraidah Harum, disambut secara hangat oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin beserta kerabat Kesultanan.

Kunjungan tersebut dimaknai sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan institusi adat. Gubernur Harum menegaskan bahwa silaturahmi ini juga menjadi momentum untuk melakukan tabayyun terkait sejumlah persoalan yang berkembang, khususnya yang berkaitan dengan penghormatan terhadap adat dan tokoh budaya.

Usai pertemuan, Gubernur Harum menyampaikan bahwa dirinya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai adat, etika, dan sopan santun. Oleh karena itu, ia merasa penting untuk datang langsung menemui Sultan sebagai wujud penghormatan dan klarifikasi secara terbuka.

“Saya berasal dari keluarga yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat, tata krama, serta nilai-nilai budaya timur. Karena itu, saya memandang perlu untuk bersilaturahmi secara langsung kepada Sultan guna melakukan tabayyun,” ujar Gubernur Harum.

Ia menambahkan, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai kerajaan tertua di Indonesia memiliki peran historis dan kultural yang sangat besar. Oleh sebab itu, pelestarian adat budaya serta penghormatan terhadap tokoh adat dan para tetua, khususnya Sultan Kutai Kartanegara, harus terus dijaga.

Menurut Gubernur Harum, prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi pesan penting yang harus senantiasa dipegang dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan kenegaraan.

Terkait peristiwa dalam sebuah agenda Presiden Prabowo Subianto di Balikpapan beberapa waktu lalu, Gubernur Harum menegaskan bahwa seluruh pihak wajib mematuhi mekanisme dan ketentuan yang telah diatur dalam sistem keprotokolan nasional.

Meski pengaturan acara tersebut bukan berada dalam kewenangan protokol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, ia tetap merasa berkewajiban untuk datang menemui Sultan guna menjelaskan secara langsung situasi yang terjadi.

“Arahan dan pandangan Sultan akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi dan introspeksi, khususnya terkait tata cara penempatan para raja dan tokoh adat dalam acara kenegaraan yang dihadiri Presiden,” tegasnya.

Ke depan, Gubernur Harum memastikan bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan memberikan perhatian serius terhadap penghormatan kepada tokoh adat dan budaya yang hadir.

Komitmen tersebut juga akan ia sampaikan kepada seluruh pemerintah provinsi di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin menyambut baik kunjungan Gubernur Harum.Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang dan seluruh pihak dapat terus menjaga serta menghormati adat istiadat dan budaya.

“Kami mengapresiasi perhatian yang diberikan. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan pengingat mengenai pentingnya penempatan posisi raja dalam suatu acara,” ujar Sultan Aji Muhammad Arifin.(ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *