KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan hal tersebut melalui keberlanjutan Program Pendidikan Gratispol yang kini menjadi salah satu pilar utama agar menyiapkan generasi unggul Benua Etam.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni saat menghadiri Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda Periode 2026-2029 di Auditorium H. M. Ardans. Rabu (14/1/26).
Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menjelaskan, Program Gratispol telah berjalan sejak 2025 dan dirancang untuk menjamin akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur, tanpa terkendala faktor ekonomi. Program ini mencakup pembiayaan pendidikan mulai dari jenjang Diploma hingga Doktoral.
“Melalui Program Gratispol, kami membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda Kalimantan Timur untuk kuliah, meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari Generasi Emas Kalimantan Timur dan Indonesia,” ujarnya.
Ia menekankan, Gratispol bukan sekadar kebijakan jangka pendek, melainkan investasi strategis daerah dalam membangun daya saing sumber daya manusia. Karena itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah.
Pemprov Kaltim berharap UNTAG Samarinda dapat terus berkontribusi menyukseskan Program Gratispol melalui peningkatan mutu pendidikan, tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel, serta pendampingan intensif kepada mahasiswa penerima manfaat.
“Kami juga tidak ingin bantuan pendidikan gratis ini justru membuat mahasiswa tidak serius dalam menempuh pendidikan. Pemerintah provinsi bersama kampus perlu melakukan supervisi agar mahasiswa penerima bantuan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Selain kepada perguruan tinggi, pesan khusus juga disampaikan kepada mahasiswa agar memanfaatkan Program Gratispol secara bertanggung jawab. Menurutnya, dukungan pendidikan gratis harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kapasitas diri, bukan sekadar fasilitas tanpa komitmen.
“Dari kampus inilah, masa depan Kalimantan Timur yang lebih baik sedang dipersiapkan,” pungkasnya.
Program Gratispol sendiri dinilai sebagai salah satu langkah konkret Pemprov Kaltim agar memastikan pembangunan sumber daya manusia berjalan seiring dengan transformasi ekonomi dan sosial di daerah, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja berkualitas di masa depan. (yud)