KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memantapkan langkah transformasi pembangunan dengan menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Melalui Program Gratispol, Pemprov Kaltim berupaya keluar dari ketergantungan pada sektor sumber daya alam menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berbasis kualitas manusia.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan, arah pembangunan ke depan harus bertumpu pada peningkatan akses pendidikan, kesehatan, serta pelayanan dasar yang merata bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, investasi terbesar daerah bukan hanya pada kekayaan alam, melainkan pada kualitas generasi masa depan.
“Gratispol adalah jalan menuju kemandirian. Pendidikan dari SMA hingga S3 kami gratiskan bagi anak-anak Kaltim,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Program Gratispol dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk menciptakan SDM unggul dan berdaya saing. Selain pendidikan gratis di berbagai jenjang, program ini juga mencakup layanan kesehatan gratis, penyediaan internet desa, bantuan administrasi perumahan, hingga seragam dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik baru. Seluruh kebijakan tersebut diarahkan agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung dan merata.
“Ini memang langkah awal, tetapi dampaknya sudah langsung dirasakan masyarakat. Kaltim tidak boleh terus bergantung pada kekayaan alam semata. Tantangan harus kita ubah menjadi peluang,” tegas Rudy.
Sejak diluncurkan secara resmi pada 21 April 2025, enam program utama Gratispol mulai direalisasikan secara bertahap dan menunjukkan capaian nyata di lapangan.
Enam Program Gratispol dan Capaian Nyata
- Pendidikan Gratis SMA hingga S3
Pemprov Kaltim menjalin kerja sama dengan 53 perguruan tinggi negeri dan swasta untuk penyelenggaraan pendidikan gratis jenjang D3 hingga S3. Pada 17 November 2025, secara simbolis Gubernur Rudy Mas’ud menyerahkan bantuan Gratispol Pendidikan kepada 32.853 mahasiswa. - Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis
Sebanyak 65.004 siswa baru dari 447 SMA/SMK/SLB di Kalimantan Timur menerima seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah gratis pada tahun ajaran 2025/2026. - Pelayanan Kesehatan Gratis dan Berkualitas
Melalui skema Gratispol Kesehatan, sebanyak 5.000 warga Kaltim yang sebelumnya belum memiliki jaminan kesehatan kini telah terdaftar dan memperoleh akses layanan kesehatan gratis. - Bebas Biaya Administrasi Kepemilikan Rumah
Program ini menggratiskan biaya administrasi pembelian rumah, termasuk notaris, provisi, dan administrasi perbankan dengan nilai maksimal Rp10 juta per unit. Pada tahap awal, 1.000 unit rumah disiapkan dengan alokasi anggaran Rp10 miliar dari APBD Perubahan 2025. - Internet Gratis untuk Desa
Sebagai bagian dari percepatan digitalisasi, 441 dari 841 desa di Kalimantan Timur telah terhubung dengan layanan internet gratis untuk memperluas akses informasi dan layanan digital. - Perjalanan Religi Gratis bagi Penjaga Rumah Ibadah
Pada tahun 2025, Pemprov Kaltim menetapkan 880 penerima program perjalanan religi, dengan marbot masjid diberangkatkan umrah dan penjaga rumah ibadah non-Muslim difasilitasi perjalanan religi sesuai keyakinan masing-masing.
Melalui Program Gratispol, Pemprov Kaltim berharap kekayaan alam yang dimiliki daerah tidak hanya menjadi sumber pendapatan jangka pendek, tetapi benar-benar menjadi modal utama untuk membangun manusia unggul, mandiri, dan berdaya saing di masa depan. (yud)