KALTIMVOICE.ID SAMARINDA – Program Gratispol kembali menjadi fokus perhatian setelah muncul isu bahwa efektivitasnya belum maksimal akibat minimnya dukungan pendanaan tambahan dari kabupaten/kota. Banyak mahasiswa dinilai masih terbebani biaya hidup meski UKT mereka telah ditanggung oleh Gratispol. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memiliki peluang besar untuk memperkuat dampak Gratispol melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“CSR di kabupaten/kota jumlahnya besar, dan itu bisa diarahkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan mahasiswa,” ujarnya pada Sabtu (29/11/2025).
Menurut Seno, masalah terbesar yang dihadapi mahasiswa bukan hanya soal UKT, tetapi biaya harian yang terus meningkat. Karena itu, insentif berbasis CSR dapat membantu mahasiswa meringankan beban mereka.
“Bantuan tambahan seperti biaya makan dan tempat tinggal sangat dibutuhkan mahasiswa agar mereka bisa fokus belajar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sinergi pendanaan antara Gratispol dan CSR harus mulai dijalankan karena ketergantungan sepenuhnya pada bantuan provinsi dinilai tidak cukup. “Gratispol perlu diperkuat lewat kolaborasi daerah. Tanpa dukungan itu, program ini tidak bisa menjawab seluruh tantangan pendidikan,” tegasnya.
Seno juga menyampaikan bahwa implementasi sinergi pendanaan baru direncanakan berjalan pada tahun mendatang. Ia berharap pemkab/pemkot mulai menyusun skema pemanfaatan CSR yang lebih terarah.
Dengan penguatan ini, Gratispol diharapkan tidak hanya membantu biaya kuliah, tetapi juga menjaga keberlangsungan hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan.
(Adv/DiskominfoKaltim/ns)