merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Festival Adat Dayak Besar 2025, Upaya Kutim Merawat Identitas dan Kearifan Lokal

whatsapp image 2025 11 11 at 19.26.35 488f16c0
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah

KALTIMVOICE.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberagaman budaya melalui penyelenggaraan Festival Adat Dayak Besar yang digelar di Kecamatan Sangkulirang. Festival yang menjadi salah satu kegiatan kebudayaan terbesar di wilayah pesisir Kutim ini menampilkan kekayaan tradisi masyarakat Dayak dalam bentuk seni tari, ritual adat, hingga kompetisi menyumpit yang menjadi ciri khas masyarakat Dayak di Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremoni tahunan, tetapi bagian dari upaya serius merawat jati diri suku Dayak dalam lanskap multietnis Kutim. “Festival Dayak Besar bukan hanya acara seremonial. Ini adalah upaya menjaga kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Puncak perhatian publik tertuju pada lomba menyumpit adat, yang mempertunjukkan ketangkasan peserta dalam menggunakan sumpit kayu ulin dan mata sumpit khusus. Peserta berasal dari kampung adat di Sangkulirang, Karangan, Sandaran, serta beberapa komunitas adat dari pedalaman Kutim. “Menyumpit bukan sekadar olahraga, tetapi sebuah tradisi yang mengandung nilai ketepatan, kesabaran, dan kehormatan,” jelasnya.

Selain itu, festival menghadirkan ritual penyambutan tamu, pameran ukiran motif Dayak, anyaman rotan, pertunjukan tari hudoq, hingga tari perang yang mengisahkan perjalanan leluhur. Ribuan warga, termasuk pelajar, datang menyaksikan langsung tradisi yang kini semakin jarang ditampilkan pada kehidupan sehari-hari.

Menurut Padliyansyah, festival menjadi sarana penting untuk memberikan edukasi budaya kepada generasi muda di tengah arus globalisasi. “Ketika anak-anak melihat tradisi secara langsung, mereka bisa memahami bahwa budaya itu hidup, bukan hanya cerita di buku,” katanya.

Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjaga kesinambungan nilai budaya sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat Dayak terhadap identitas leluhur mereka. “Pelestarian budaya harus berjalan berdampingan dengan kesejahteraan masyarakat adat. Festival ini menjadi contoh bahwa budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi dan identitas daerah,” tutupnya. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *