merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Eks SPBU Teluk Lerong Berubah Fungsi, Perumda Varia Niaga Tata Aset Jadi Area Parkir dan Ruang UMKM

img 20251213 wa0009
Kawasan eks SPBU Teluk Lerong kini dimanfaatkan sebagai Teluk Lerong Space (TLS). (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Aset milik Pemerintah Kota Samarinda yang sempat lama tak termanfaatkan di kawasan Teluk Lerong kini mulai difungsikan kembali. Lahan eks SPBU yang sebelumnya identik dengan kesan kumuh dan tak terurus, kini ditata menjadi area parkir resmi pendukung Teras Samarinda sekaligus ruang aktivitas ekonomi kreatif anak muda.

Pemanfaatan lahan tersebut dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda melalui skema kerja sama pemanfaatan aset. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan agar lebih tertib, aman, dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengatakan kondisi lahan sebelum ditata kerap memicu persoalan ketertiban. Area yang terbengkalai itu sering dimanfaatkan tanpa aturan yang jelas dan berpotensi menimbulkan aktivitas negatif.

“Ya, intinya gini, tadinya idenya itu seperti yang saya sampaikan sebelum-sebelumnya. Eks SPBU itu kan terbengkalai. Izin sudah diberikan aset itu kepada Varia Niaga untuk melakukan kerja sama pemanfaatan,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).

Menurut Syamsuddin, fokus utama penataan bukan semata-mata soal ekonomi, tetapi menciptakan keteraturan ruang kota. Dengan adanya pengelolaan parkir yang jelas serta aktivitas usaha yang tertata, kawasan tersebut kini lebih terkontrol dibanding sebelumnya.

“Yang pertama kita ingin itu di situ tertib, ya. Karena aset itu terbengkalai sehingga orang-orang jadi nggak tertib. Di situ digunakanlah aset itu dengan hal-hal yang negatif. Sekarang orang parkir di dalam, belanja di dalam, dan dia tertib. Dan itu kan bermanfaat buat Kota Samarinda juga,” katanya.

Selain difungsikan sebagai kantong parkir, area tersebut juga diisi oleh pelaku UMKM lokal dengan konsep food truck. Kehadiran usaha kuliner ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha rintisan untuk berkembang.

Saat ini terdapat tiga food truck yang beroperasi, seluruhnya berasal dari UMKM Samarinda. Perumda Varia Niaga menerapkan proses kurasi ketat untuk memastikan standar kebersihan, kualitas produk, dan tampilan usaha tetap terjaga agar kawasan tidak kembali terkesan semrawut.

“Ada tiga. Dan itu semua UMKM yang berstandar lokal, dari Samarinda. Yang paling penting itu adalah putaran ekonomi ya, karena kita membuka ruang bagi para start up. Kita tidak ingin bahwa di Teras Samarinda itu kelihatan kumuh, UMKM-nya tidak berstandar, UMKM-nya tidak higienis, itu yang kita jaga,” pungkas Syamsuddin.

Terkait lokasi yang berada di kawasan sempadan sungai, Syamsuddin menegaskan pemanfaatan lahan bersifat sementara. Tidak ada pembangunan permanen baru karena area tersebut tetap mengacu pada rencana induk penataan kota yang disiapkan Pemerintah Kota Samarinda.

“Itu temporary ya, bukan permanen karena bangunan itu sudah ada. Itu kita manfaatkan tidak lain untuk memperbaiki tatanan yang ada di sana supaya terlihat lebih baik. Dan itu ke depannya juga sudah ada master plan dari pemerintah kota. Sambil menunggu waktu, kan alangkah baiknya dirapikan,” jelasnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *