KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Data yang akurat kini menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Untuk memastikan kualitas tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) menggelar Coaching E-Walidata SIPD-RI Tahun 2026 bagi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Kegiatan ini tidak hanya membahas teknis pengisian data, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi operator di lapangan dalam mengelola data pemerintahan.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyebutkan bahwa coaching ini dirancang sebagai forum diskusi terbuka, terutama bagi perangkat daerah yang baru menugaskan operator E-Walidata.
“Ini kegiatan rutin, tapi kami dorong lebih banyak diskusi. Kalau ada kendala, silakan disampaikan. Terutama bagi operator baru, manfaatkan momen ini untuk belajar dan menggali sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan peran Diskominfo sebagai walidata daerah telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23, yang menempatkan Diskominfo sebagai pengampu urusan statistik dan persandian.
Sebagai walidata, Diskominfo Kaltim mengelola portal data.kaltimprov.go.id yang terbuka untuk masyarakat luas, baik di Kalimantan Timur maupun nasional. Portal ini telah terhubung dengan Satu Data Indonesia, termasuk integrasi Satu Data Kaltim hingga tingkat kabupaten/kota.
“Data yang dihimpun tidak hanya untuk arsip, tapi menjadi rujukan dalam melihat capaian dan menyusun perencanaan pembangunan,” jelas Faisal.
Menurutnya, kualitas kebijakan dan program pembangunan sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. “Karena itu, kita butuh data yang baik, benar, dan berkualitas. Dari data itulah arah pembangunan ditentukan,” pungkasnya.
Hadir sebagai narasumber secara daring dari Kemnterian Dalam Negeri yaitu Harry Irawan. Dengan penguatan peran walidata dan peningkatan kapasitas operator, Diskominfo Kaltim berharap pengelolaan data pemerintahan semakin terintegrasi, transparan, dan mampu menjadi dasar kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. (sumber: kaltimprov.go.id)