merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Dua Kampung Nelayan Merah Putih Mulai Dibangun di Penajam Paser Utara

whatsapp image 2026 09 14 at 21.05.02
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor memberikan keterangan terkait pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pesisir PPU. Pemerintah daerah merealisasikan pembangunan dua lokasi KNMP yang biayanya bersumber dari APBN KKP guna memperkuat infrastruktur dan perekonomian nelayan lokal.

KALTIMVOICE.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU), Kalimantan Timur, memastikan pelaksanaan pembangunan fisik program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasuki tahapan pelaksanaan konstruksi.

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengonfirmasi bahwa terdapat dua lokasi utama yang saat ini telah mengantongi kontrak kerja dan siap diproses pembangunannya, yaitu di Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah.

“Ada dua lokasi yang sudah berkontrak dan sedang dalam proses pembangunan. Kemarin tim dari kementerian juga sudah datang, sudah kita sambut dan lakukan koordinasi. Pelaksanaannya di Nenang dan Tanjung,” ujar Mudyat Noor di Penajam.

Mudyat menjelaskan, skema pengerjaan infrastruktur kawasan pesisir tersebut dibagi menjadi dua tahap pelaksanaan. Tahap pertama difokuskan pada penyiapan sarana dasar atau struktur fisik utama seperti dermaga dan pondasi kawasan dengan nilai alokasi awal sekitar Rp8 miliar.

“Anggaran tahap awal itu sekitar Rp8 miliar, ini khusus untuk penyiapan pondasi dan infrastruktur dasar pelabuhan. Pembangunannya tidak bisa sekaligus karena sarana pendukung harus berdiri di atas struktur dasar yang kuat,” jelasnya.

Setelah tahap konstruksi dasar selesai, kementerian akan melanjutkan ke tahap berikutnya berupa pengadaan dan pemasangan berbagai sarana modern pengolahan dan penyimpanan hasil tangkapan laut. Fasilitas pendukung tersebut meliputi sarana cold storage (gudang pendingin), tangki bahan bakar minyak (BBM) khusus nelayan, serta seperangkat fasilitas penunjang kawasan pesisir lainnya.

Meski pemasangannya dilakukan secara bertahap, Mudyat menggarisbawahi bahwa seluruh paket pengadaan sarana pendukung tersebut sejatinya telah selesai dilelang oleh pemerintah pusat.

“Proses lelangnya sudah dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan pemenangnya sudah ada. Jadi begitu pondasi dan dermaga fisiknya selesai dibangun, fasilitas storage dan pendukungnya tinggal dipasang di lokasi,” tambah Mudyat.

Secara keseluruhan, akumulasi anggaran APBN KKP yang dialokasikan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di dua titik awal tersebut diperkirakan menelan investasi sebesar Rp18 miliar hingga Rp22 miliar.

Lebih lanjut, Bupati PPU mengungkapkan Pemkab PPU terus mendorong penambahan titik lokasi baru program KNMP ke kementerian terkait guna memperluas jangkauan pembenahan kawasan nelayan di wilayah pesisir PPU.

“Rencananya ke depan akan ada tambahan lokasi baru, kemungkinan satu hingga dua titik lagi. Usulannya ada di kawasan Jenebora, Waru, serta opsi tambahan di Babulu,” tutur Mudyat.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini diharapkan dapat menata kawasan pemukiman pesisir menjadi lebih bersih dan teratur, sekaligus mendongkrak perekonomian serta produktivitas nelayan lokal melalui ketersediaan infrastruktur penangkapan hasil laut yang memadai.

(Adv7/diskominfoppu/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *