merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Disdikbud Kutim Tambah Dua Jam Pelajaran Mengaji, Perkuat Pendidikan Karakter di Sekolah

whatsapp image 2025 11 21 at 12.44.19 6d26d5dc
Ilustrasi siswa sekolah dasar sedang mengaji

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Salah satu langkah terbaru yang diambil adalah penambahan dua jam pelajaran mengaji setiap minggu untuk siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Kamis (13/10/2025).

Kebijakan ini menjadi bagian dari program penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan yang tengah digalakkan pemerintah daerah. Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan, pelajaran mengaji akan dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal (mulok) di setiap sekolah.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam moral dan spiritual. Karena itu, kami tambah dua jam pelajaran mengaji setiap minggu,” ujarnya.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Disdikbud bekerja sama dengan lembaga pendidikan keagamaan dan pengurus masjid dalam merekrut tenaga pengajar yang kompeten. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan alokasi anggaran khusus dalam APBD untuk menggaji para guru mengaji.

“Guru mengaji tidak boleh sukarela. Mereka harus mendapatkan honor resmi dari pemerintah agar program ini berkelanjutan,” tegas Mulyono.

Ia menambahkan, kegiatan mengaji akan dijadwalkan secara fleksibel di luar jam pelajaran utama agar tidak mengganggu kurikulum inti. “Kami ingin anak-anak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik sebelum lulus SD. Ini penting untuk membentuk karakter sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, Mulyono menegaskan, program ini dijalankan dengan tetap menghargai keberagaman. “Untuk siswa non-Muslim, disiapkan kegiatan pembinaan karakter sesuai keyakinannya. Intinya sama, semua diarahkan pada penguatan moral dan etika,” ujarnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi Kutim yang berilmu, beriman, dan berakhlak, selaras dengan visi daerah dalam membangun pendidikan yang berkarakter dan berbudaya. (adv/diskominfo/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *