KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Seminar Audit Maternal Perinatal Surveilans Respon (AMP-SR) Tahun 2025 di Hotel Aston Samarinda, Jalan Pangeran Hidayatullah, Senin (6/10/2025).
Kegiatan ini diikuti perwakilan dokter Puskesmas dan rumah sakit dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran tenaga kesehatan, khususnya dokter, agar mendeteksi dan menangani penyakit akibat kerja (PAK).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menyoroti meningkatnya kompleksitas dunia kerja yang berbanding lurus dengan risiko kesehatan pekerja. “Isu kesehatan kerja semakin hari semakin menjadi perhatian serius, seiring dengan meningkatnya kompleksitas pekerjaan dan berbagai risiko yang mungkin ditimbulkan,” ujarnya.
Menurutnya, data BPJS Ketenagakerjaan hingga Mei 2025 mencatat sudah terdapat 4.410 kasus penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia. Namun, angka tersebut diyakini masih jauh lebih rendah dibandingkan jumlah sebenarnya di lapangan.
“Fenomena ini seperti puncak gunung es. Banyak kasus yang sesungguhnya terjadi namun tidak terlaporkan secara formal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dengan kondisi tersebut, diperlukan upaya serius dalam pencegahan, deteksi dini, diagnosis, serta penanganan penyakit akibat kerja di seluruh fasilitas kesehatan. Dokter di tingkat provinsi dan daerah disebut memiliki peran penting sebagai ujung tombak agar membangun kesadaran dan penanganan klinis di lapangan.
“Penyakit akibat kerja tidak hanya berdampak pada individu pekerja, tetapi juga pada produktivitas, keberlangsungan usaha, hingga pembangunan daerah,” terang Jaya.
Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang menjadi bagian dari seminar ini, Dinkes Kaltim berharap akan lahir dokter-dokter terlatih yang mampu menjadi penggerak di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing daerah.
“Dengan pelatihan ini, kita ingin membentuk jaringan pelayanan kesehatan kerja yang lebih kuat dan menyeluruh di Kalimantan Timur,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu layanan kesehatan kerja di Kaltim. “Semoga Allah SWT memberi kemudahan, bimbingan, dan keberkahan agar tujuan kegiatan ini tercapai, menuju tenaga kerja yang sehat, layanan kesehatan kerja yang handal, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tutup Jaya. (yud)