merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Diancam Efisiensi Anggaran, Pembinaan Atlet Pelajar Kaltim Tetap Jalan

whatsapp image 2025 09 17 at 14.14.02 3dbc9fbd
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE, SAMARINDA – Potensi berkurangnya dana transfer pusat ke daerah menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. Di balik ancaman berkurangnya anggaran itu, instansi yang menjadi motor kegiatan olahraga pelajar ini memilih fokus pada inovasi ketimbang menyerah pada keterbatasan.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Rasman Rading, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan kondisi fiskal melemahkan semangat pembinaan. Ia memastikan arah kebijakan Dispora tetap memberi ruang bagi pelajar untuk mengukir prestasi.

“Kita mengantisipasi dari hal-hal yang sifatnya efisiensi, tapi tidak mengurangi semangat kita untuk mengejar prestasi, khususnya di prestasi di tingkat pelajar,” ucapnya, Rabu (17/9/2025).

Menurut Rasman, justru dalam situasi seperti ini dibutuhkan cara pandang baru. Anggaran yang minim bukan alasan untuk menghilangkan aktivitas pembinaan, melainkan momentum untuk menguji kreativitas pengelola olahraga daerah.

“Kalau saya secara pribadi, selaku kepala bidang pembinaan prestasi, kita itu harus berpikir kreatif ketika anggaran itu tidak tersedia banyak dan tidak menghilangkan juga kegiatan-kegiatan,” jelasnya.

Salah satu langkah yang dipersiapkan adalah memperkuat kerja sama dengan induk cabang olahraga. Sinergi ini dinilai krusial agar program pembinaan tidak terhenti, meski biaya harus ditekan. Rasman menambahkan, paradigma pengelolaan anggaran juga perlu diubah.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan bukan diukur dari besarnya alokasi dana, melainkan sejauh mana kegiatan bisa tetap berjalan efektif dan efisien. “Kalau saya seperti itu, jadi kita jangan berpikiran bahwa harus ada anggaran, harus ada ini, harus ada itu, kita harus berpikir bagaimana cara mengefesiensikan kegiatan tapi tidak menghilangkan makna dari pembinaan itu sendiri,” tegasnya.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya beberapa program yang disesuaikan atau bahkan ditunda jika kondisi anggaran semakin ketat. Keputusan akhir baru akan ditetapkan setelah seluruh pos belanja dievaluasi. “Mungkin boleh saja ada. Kita lihat situasinya. Ya, belum ada, nanti kita lihat dulu bagaimana anggarannya nanti kami akan ramu anggaran itu bagaimana anggaran ini bisa cukup untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya,” tandasnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *