merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Deforestasi Kaltim di Bawah Satu Persen, Pemprov Klaim Hutan Masih Terjaga

img 20251215 wa0005
Foto: ilustrasi hutan di Kaltim (ist)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kondisi hutan di wilayahnya masih berada dalam kategori relatif aman. Di tengah sorotan publik terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim, data resmi menunjukkan tutupan lahan berhutan di Kaltim masih mendominasi bentang alam provinsi ini, sementara angka deforestasi berada pada level yang sangat kecil.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 397 Tahun 2025, luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur tercatat sekitar 12,69 juta hektare. Dari total tersebut, kawasan hutan mencapai kurang lebih 8 juta hektare yang terdiri atas berbagai fungsi, mulai dari hutan lindung, kawasan konservasi, hutan produksi, hingga hutan produksi terbatas yang dikelola sesuai peruntukannya.

Data Kementerian Kehutanan tahun 2024 menunjukkan, tutupan lahan berhutan di Kalimantan Timur mencapai 7,88 juta hektare atau sekitar 62 persen dari luas wilayah provinsi. Tutupan tersebut mencakup beragam tipe hutan, seperti hutan lahan kering primer dan sekunder, hutan mangrove, hutan rawa, serta hutan tanaman yang menjadi bagian dari sistem pengelolaan kehutanan nasional.

Jika dilihat dari sisi kehilangan hutan, angka deforestasi di Kaltim dinilai relatif rendah. Kementerian Kehutanan mencatat deforestasi bruto seluas 36.707 hektare sepanjang 2024. Namun, pada periode yang sama juga dilakukan upaya pemulihan melalui reforestasi seluas 17.513 hektare. Dengan demikian, deforestasi netto di Kaltim hanya mencapai 19.194 hektare.

Secara persentase, angka deforestasi tersebut berada di kisaran 0,15 hingga 0,35 persen dari total luas wilayah Kalimantan Timur. Jika dibandingkan dengan luas kawasan hutan maupun total tutupan lahan berhutan, persentasenya bahkan masih berada di bawah satu persen.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menyampaikan, data ini mencerminkan keberhasilan pengelolaan hutan yang relatif terkendali. Menurutnya, sebagian besar wilayah Kaltim masih tertutup hutan, dan upaya pemulihan kawasan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Timur masih tertutup hutan, serta upaya pengelolaan dan pemulihan hutan melalui reforestasi terus berjalan untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam di daerah,” ungkap Faisal, Senin (15/12/2025).

Meski demikian, ia menegaskan, isu deforestasi tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemprov Kaltim, kata dia, berkomitmen melanjutkan kebijakan pelestarian hutan dan rehabilitasi lahan sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan.

Komitmen tersebut, tercermin dari keberhasilan Kalimantan Timur dalam program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF), sebuah skema global yang difasilitasi Bank Dunia. Program ini berfokus pada pelestarian hutan dan pengurangan emisi karbon, sekaligus memberikan insentif berbasis kinerja bagi daerah yang mampu menjaga tutupan hutannya. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *