merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Danpussenif Ingatkan Prajurit Yonif 611 Jaga Disiplin dan Hindari Narkoba Serta Judol

img 20251205 wa0009
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul saat mengecek kesigapan prajurit (yud/kaltivoice.id)

KALTIMVOICE.ID, KUKAR – Kunjungan kerja Komandan Pussenif TNI AD, Letjen TNI Iwan Setiawan, ke Markas Yonif 611/Awang Long, menjadi momentum penegasan kembali disiplin dan kesiapsiagaan prajurit jelang agenda penugasan tahun depan. Pada kegiatan yang turut didampingi Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul itu, pesan ketegasan dan motivasi menjadi sorotan utama.

Setibanya di satuan yang bermarkas di Loa Janan tersebut, Danpussenif disambut dengan tradisi militer dan budaya, mulai dari hormat jajar hingga tarian selamat datang. Namun fokus pernyataannya bukan pada seremoni, melainkan kesiapan prajurit menghadapi tugas strategis, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Letjen Iwan Setiawan menyinggung rencana pembentukan sejumlah Batalyon Teritorial Pertanian (Yon TP) pada 2026, sesuai Instruksi Presiden sebagai bagian penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menilai prajurit Yonif 611 yang kelak bergabung dalam satuan tersebut memikul kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Tahun depan akan dibentuk beberapa satuan Yon TP. Prajurit Yonif 611 yang nantinya bergabung harus bangga karena itu merupakan kehormatan,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Selain itu, Yonif 611 juga dijadwalkan mendapat kehormatan penugasan ke jalur Gaza. Ia menegaskan pengiriman tidak dilakukan dalam formasi penuh dan akan dilengkapi personel dari kecabangan lain. Karena itu, peningkatan kualitas fisik dan kemampuan tempur menjadi prioritas mutlak. “Kebugaran fisik, bela diri, dan kemampuan menembak harus terus diasah. Jangan mengeluh soal keterbatasan perlengkapan,” tegasnya.

Di luar kesiapan tempur, Letjen Iwan menyampaikan peringatan keras mengenai dua ancaman internal yang dinilai berpotensi merusak sendi-sendi disiplin prajurit; narkoba dan judi online. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi prajurit yang terlibat narkoba, apalagi menjadi backing jaringan pengedar. “Jika terjerumus narkoba, konsekuensinya adalah pemecatan,” tegasnya.

Sementara judi online disebut sebagai ancaman yang tak kalah berbahaya karena memicu hutang, konflik rumah tangga, hingga tindakan nekat. “Tidak ada bentuk judi yang membuat kalian kaya. Semuanya hanya menghancurkan diri, keluarga, dan lingkungan,” tegasnya lagi.

Kunjungan ini menjadi penguatan moral sekaligus pengingat bahwa profesionalisme prajurit bukan hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan karakter. Pemeriksaan sarana prasarana serta kesiapan satuan turut dilakukan dalam rangka memastikan Yonif 611 tetap berada dalam kondisi siap operasional. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *